Showing posts with label opensource. Show all posts
Showing posts with label opensource. Show all posts

Wednesday, January 4, 2017

Paling mudah melakukan Deface pada suatu website

Ada orang yang kerjaannya memang mencari celah keamanan di dunia TIK, "Hacker" itulah sebutannya. Turunan hacker terbagi lagi menjadi dua, putih dan hitam, kemudian dari keduanya keluar lagi cucunya dengan keahlian yang lebih spesifik. Nah yang akan dibahas dalam blog kali ini adalah yang memiliki keahlian merubah tampilan suatu website, akibat adanya celah keamanan yang bolong, disebut DeFace, pelauknya disebut difacer.

Lawan dari semua hacker adalah administrator, dia adalah si penjaga bagian teknis dari semua layanan TIK, didalamnya dikategorikan kembali menjadi SysAdmin yang ngurusin Server, Network Eng. Yang ngurusin jaringan, programmer yang ngurusin koding aplikasi, dan Database Eng. yang ngurusin database.
Defacer, setiap hari selalu mencari celah keamanan website agar bisa di deface, melakukan penelitian terhadap sourcecode yang ada, melihat update vulnerability dari website-website security yang ada di jagad raya. Berdiskusi di forum untuk menemukan dan memecahkan sesuatu yang tidak bisa dipecahkan. Hal inilah yang biasanya hampir tidak pernah dilakukan oleh Webmaster & Administrator. Defacer, bisa saja terdiri dari banyak orang yang berbeda-beda dan berasal dari lokasi mana saja di dunia ini, misalkan: Indonesia, Turki, Brazil, India, Tunisia, dsb. Oleh sebab itu bisa kita golongkan bahwa defacer merupakan sebuah kumpulan orang banyak.
Administrator / Webmaster biasanya terdiri dari beberapa orang saja, bisa 1-3 orang saja. Administrator / Webmaster bertugas untuk mengatur dan mengurus website. Namun, entah kenapa kebanyakan webmaster & administrator website pemerintah Indonesia kebanyakan menggunakan layanan instant public (hosting, opensource cms, dsb), alangkah baiknya bila situs-situs pemerintah memiliki suatu badan tersendiri yang mengurusi hal ini (dalam bayangan).
Dari penjelasan di atas, terdapat beberapa kelebihan Defacer daripada Webmaster:
  1. Defacer unggul dalam jumlah, karena defacer bisa siapa saja di dunia ini.
  2. Defacer bergerak setiap hari mengikuti perkembangan security.
  3. Defacer mencoba dan melakukan research terdahap kelemahan-kelemahan di website setiap saat.

Website mudah di deface:
  1. Penggunaan CMS yang free dan opensource tanpa adanya modification. Sehingga keseluruhan konfigurasi menggunakan default konfigurasi, hal ini memudahkan para defacer untuk menemukan informasi file, directory, source, database, user, connection, dsb.
  2. Tidak updatenya source atau tidak menggunakan versi terakhir dari CMS. Hal ini sangat rentan, karena security issue terus berkembang seiring masuknya laporan dan bugtrack terhadap source, kebanyakan hal inilah yang menjadi sebab website mudah dideface.
  3. Tidak pernah ada research yang mendalam dan detail mengenai CMS sebelum digunakan & di implementasikan. Sehingga pemahaman dan pengetahuan dari webmaster hanya dari sisi administrasinya saja, tidak sampai ke level pemahaman sourcecode.
  4. Tidak adanya audit trail atau log yang memberikan informasi lengkap mengenai penambahan, pengurangan, perubahan yang terjadi di website baik source, file, directory, dsb. Sehingga kesulitan untuk menemukan, memperbaiki dan menghapus backdoor yang sudah masuk di website.
  5. Jarang melakukan pengecekan terhadap security update, jarang mengunjungi dan mengikuti perkembangan yang ada di situs-situs security jagad maya. Sehingga website sudah keduluan di deface oleh defacer sebelum dilakukan update dan patch oleh webmaster.
  6. Kurangnya security awareness dari masing-masing personel webmaster & administrator. Sehingga kewaspadaan terhadap celah-celah keamanan cukup minim, kadangkala setelah website terinstall dibiarkan begitu saja. Kurangnya training dan kesadaran akan keamanan website seperti ini akan menjadikan website layaknya sebuah istana yang tak punya benteng.

Administrator lakukan hal ini:

  1. Wajib untuk mengikuti perkembangan source dari source website yang digunakan, backuplah website dan database sebelum dilakukan update.
  2. Kebanyakan defacer telah memasang backdoor ketika telah berhasil melakukan deface website, hal ini dimungkinkan agar dapat melakukan deface ulang terhadap website. Wajib untuk memeriksa perubahan folder, file, database dan source terakhir dari website.
  3. Pelajarilah lebih dalam mengenai dasar-dasar hacking dan antisipasinya (RFI, LFI, CSRF, SQL Injection, XSS, Exploit, Dsb) karena artikel ini sudah banyak bertebaran di Internet. Semakin banyak tahu & mengerti tentang sebuah kelemahan website dari dasar-dasar hacking, maka akan semakin banyak tahu pula bagaimana cara mengatasinya.
  4. Sering-seringlah berdiskusi di forum dan milist yang berkaitan dengan perangkat serta aplikasi yang mensupport website anda, baik dari sisi operating system, tempat hosting, bugtrack milist, developer milist, dsb. Hal ini bertujuan agar informasi vulnerability dapat dipatch lebih cepat sebelum defacer beraksi.
  5. Hardening website dan source wajib dilakukan, misalkan jangan menggunakan “default configuration”, aturlah sedemikian rupa “configuration website” dengan memperhatikan: permission, access level, indexing, database connection, database configuration, password dan user management.
  6. Gunakanlah tambahan plugin / component yang tepat, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kegiatan defacing dari thirdparty. Pastikan hasil review & ranking plugin bereputasi baik dan sudah di verified oleh penyedia CMS yang bersangkutan.
  7. Lakukanlah penetration testing terhadap website, baik secara lokal maupun langsung di website. Banyak tools penetration testing yang bisa digunakan: Nexus, Acunetix, dsb. Tapi yang paling bagus dan lebih cepat adalah, copy source dan database website, Install di local computer, kemudian lakukanlah penetration testing. Updatelah website bila ditemukan vulnerability.
  8. Backdoor, baik (php, asp, perl, phyton) dikenali dengan baik oleh beberapa Antivirus, ada bisa cleaning dengan melakukan scanning terhadap source website secara local. Apabila tidak dikenali, terpaksa anda harus mencari secara manual.

Solusi website yang sudah terlanjur kena deface:

  1. Download source & database yang ada di website untuk backup. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila langkah yang kita lakukan gagal, tetapi apabila konfigurasi & file benar dan lengkap dijamin 100% berhasil, terkecuali ada sesuatu yang terlewatkan.
  2. Download source CMS versi terbaru dari website penyedia CMS, misalkan: www.drupal.org, www.joomla.org, www.wordpress.org, dsb.
  3. Lakukanlah perbaikan database secara lokal, berjaga-jaga apabila backdoor ada di database. Biasanya didalam database ada access user tidak dikenal yang akses levelnya sama dengan Administrator.
  4. Install CMS yang tadi sudah di download di web hosting. Kemudian lakukanlah konfigurasi: database, file permission, directory permission. Jangan menggunakan default configuration, modifikasilah konfigurasi-konfigurasi yang ada agar lebih powerfull.
  5. Kemudian instalasi component: Themes, Plugin, Component, dsb. Gunakanlah yang paling update, atau source baru dari komponen yang akan di Install (Fresh Install Component).
  6. Kemudian update database, dengan login ke Database Control Panel (phpMyAdmin, DB Admin, cPanel Database, dsb). Setelah anda melakukan login, maka importlah database.
  7. Gantilah username Administrator & Password menggunakan nama yang lebih Unik, jangan menggunakan user (admin, administrator, adm1n, dsb) gunakanlah yang lebih powerful dan susah untuk di tebak untuk menghindari bruteforce, gunakanlah alias untuk menampilkan username administrator di web content.

Sumber: http://www.binushacker.net/alasan-website-pemerintah-mudah-di-deface.html

Friday, April 10, 2015

Konversi Gambar secara massal menggunakan GIMP

Bulk Image Converter with GIMPKonversi Gambar secara massal menggunakan GIMP



Ada berbagai cara untuk mengkonversi tipe gambar tertentu ke tipe lain, baik itu menggunakan tools gratisan maupun berbayar.

GIMP sebagai salah satu tools image processing opensource, juga bisa dipergunakan sebagai alat untuk mengkonversi gambar secara massal. Untuk bisa menggunakannya, terlebih dahulu kita perlu meginstall plugin DBP (David's Batch Processor) dalam folder plug-in GIMP.

Thursday, April 9, 2015

Bulk Image Converter with GIMP

Bulk Image Converter with GIMP

Konversi Gambar secara massal menggunakan GIMP


Ada berbagai cara untuk mengkonversi tipe gambar tertentu ke tipe lain, baik itu menggunakan tools gratisan maupun berbayar.

GIMP sebagai salah satu tools image processing opensource, juga bisa dipergunakan sebagai alat untuk mengkonversi gambar secara massal. Untuk bisa menggunakannya, terlebih dahulu kita perlu meginstall plugin DBP (David's Batch Processor) dalam folder plug-in GIMP.

Friday, August 29, 2014

sundara os, the easiest way to be halal and free

Sumber : http://sundara-os.blogspot.com



Sundara OS ini sebenarnya adalah distro remasteran yang mengambil induk Ubuntu. Kenapa Ubuntu, bukan Debian, Fedora, Arch atau Slackware? Atau kenapa bukan distro buatan Indonesia saja seperti BlankOn atau IGOS Nusantara? Ya, kami mengambil keputusan ini kembali pada pertimbangan awal untuk memberikan kenyamanan pada batas tertinggi yang bisa dipersembahkan. Ubuntu, sebagai distro yang memiliki pengaruh besar dalam memperkenalkan GNU/Linux pada dunia desktop kini diakui ataupun tidak sudah menjadi distro de facto yang menjadi standar tidak tertulis GNU/Linux. Jika kita bicara GNU/Linux, tidak bisa tidak untuk langsung membayangkan atau merujuk pada distro sejuta umat ini. Kepopulerannya (di luar perbincangan ranking-ranking di Distrowatch) tiada tandingnya. Karena saking populernya, maka imbas baiknya komunitas dan dokumentasi resmi dan tidak resminya sangat melimpah, sehingga menjadi nilai tambah bagi pengguna awam, bahkan sangat awam untuk mencoba menggunakan GNU/Linux. Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa meremehkan pengembangan distro-distro GNU/Linux apapun selain Ubuntu, kiranya ini merupakan keputusan yang tepat untuk langkah yang lebih besar.




Jika ada yang bertanya, dari mana asal kata 'Sundara OS'? Apakah terkait orang Sunda? Hmmm, sejujurnya bukan tentang itu saja. Kata 'sundara' berasal dari Bahasa Sansekerta dan sudah diserap oleh Bahasa Sunda yang memiliki makna 'tampan'. Nilai-nilai ke'tampan'an bukan berarti orientasi kita hanya melulu penampilan saja, melainkan lebih dari itu, kami memiliki keinginan menghadirkan perangkat lunak yang bebas dan merdeka dengan sajian yang lebih tampan, elegan, dan profesional. Kemudian 'OS', mudah ditebak, merupakan singkatan dari 'Operating System' menandakan produk kami memang berbentuk sistem operasi. Apabila dua kata ini digabung menjadi "SundaraOS", maka dapat memunculkan frasa baru yaitu 'Sunda Raos' yang bermakna "Sunda" yang "enak", yakni komitmen kami untuk tetap menghadirkan konteksual kearifan lokal nusantara.




Kemudian untuk penomoran versi, kami menggunakan sistem penomoran yang mirip dengan Ubuntu, hanya saja kami menyandarkan penanggalan pada kalender Hijriyyah, yaitu kalender berbasis gerakan bulan yang digunakan oleh Umat Islam. Setidaknya, penomoran versi ini memiliki dua bilah penomoran yang dipisahkan oleh titik:

Bilah pertama menunjukkan bulan rilis kemudian bilah kedua menunjukkan tahun rilis. Kemudian jika ada bilah yang ketiga maka itu menunjukkan versi pembaruan minor upgrade, misalnya

Sundara OS 1.33 menunjukkan versi ini rilis pada bulan Muharram (1) pada tahun 1433 H (33).




Kelebihan Utama




  • Serbaguna dan Lengkap


    Sundara OS merupakan sistem operasi yang mengerti akan fungsionalitas dan kenyamanan. Dirancang dengan aplikasi-aplikasi yang bebas dan legal, melakukan pekerjaan sehari-hari menjadi seperti bukan mimpi buruk lagi. Dilengkapi dengan Sundara Look Changer, Anda tak perlu khawatir terganggu akan masalah antarmuka dan kenyamanan. Apapun profesi Anda, Sundara OS memang mengerti Anda.


  • Bebas Malware dan Aman


    Masih berkutat dengan virus, trojan dan worm? Sebaiknya Anda berpikir ulang!!! Hari ini Anda beruntung menemukan jalan keluar jitu terhadap masalah komputasi sehari-hari Anda, Sundara OS bisyari'ati memberikan ketenangan pikiran pada Anda. Anda juga tak perlu khawatir untuk selalu melakukan pembaruan gratis setiap terkoneksi ke Internet.


  • Kompatibilitas Tinggi
    Anda tidak perlu lagi memasang driver-driver yang ikut hilang dengan CD/DVDnya. Dengan dukungan aplikasi Free Open Source dan Propietary terdepan, Anda bisa membuka dan menyunting berkas Microsoft Office dari teman, berbagi berkas dokumen, suara maupun video dengan pengguna sistem operasi lain. Ada ribuan dukungan untuk printer, pemindai, kamera dan papan ketik untuk Anda.





  • Stabil dan Super Cepat dan Gegas
    Sundara OS merupakan sistem operasi berbasiskan GNU/Linux, sangat stabil dan gegas. Selamat tinggal blue death of screen. Berinternet ria pun tidak pernah secepat sebelumnya.





  • Kelenturan
    Anda bisa memasang Sundara OS dengan sistem operasi lain, Sundara OS secara otomatis akan mengenali sistem operasi lama Anda. Saat komputer dinyalakan, Anda diberikan pilihan untuk memakai Sundara OS atau sistem operasi lainnya.





  • Aksesibilitas
    Komputer seharusnya bagi semua orang, “Linux untuk Anda, begitu slogan kami, oleh karenanya, tidak ada alasan untuk mendiskreditkan siapapun untuk menggunakan komputer. Sundara OS dilengkapi aplikasi untuk orang-orang yang memiliki keterbatasa fisik. Terdapat Orca dan Text to Speech untuk Anda.



 

Sistem Informasi Sekolah Opensource atau SISFOKOL

Sumber : http://sisfokol.wordpress.com

 



SISFOKOL atau Sistem Informasi Sekolah, adalah project idealist berbasis open source dan free software, yang dikembangkan oleh Agus Muhajir (hajirodeon@yahoo.com, hajirodeon@gmail.com), untuk keperluan administrasi pengelolaan sekolah. Mulai dari SD, SLTP, SLTA dan SMK.

Sistem informasi ini sudah ada dari versi 1.0, sejak akhir tahun 2005. Versi 2.0 rilis pada akhir 2008. Kemudian versi 3.0 pada awal tahun 2010 ini. Memang cukup lama penantian dari para user atau pengguna fanatik, tapi bagi mereka yang tetap kontak terus kepada saya, pastilah tidak akan ketinggalan info.

Baru kemudian pada 11Pebruari2012 ini, ada rilis versi 4.0 (code:NyurungBAN).

–Agus Muhajir–

E-Mail :
hajirodeon@yahoo.com, hajirodeon@gmail.com .

HP/SMS :
081-829-88-54.

Blog/Situs/Milist :

http://omahbiasawae.com/

http://hajirodeon.wordpress.com/

http://sisfokol.wordpress.com/

http://yahoogroup.com/groups/sisfokol/

http://yahoogroup.com/groups/linuxbiasawae/

 





GNU GENERAL PUBLIC LICENSE
Version 2, June 1991

OpenSourceCMS.com Web Bagi Pengguna CMS Opensource



OpenSourceCMS.com adalah web yang berisi semua hal yang berkaitan dengan Open Source CMS, dalam web ini kita diberikan kesempatan untuk "mencoba" sebagian besar Open Source CMS secara langsung tanpa perantara atau embel-embel pihak ketiga.

Jangan ragu untuk mengunjungi situs tersebut dan mencoba sepenuhnya melalui konfigurasi demo standar, jika anda tertarik, anda dapat melakukan penilaian atau sekedar berkomentar pada setiap software yang ditawarkan, atau mungkin setelahnya anda dapat membantu orang lain untuk membuat pilihan CMS mana yang paling cocok.


New Release: BlackCat CMS v1.0.4


Story added: August 27 2014 05:18 pm  /  Posted By: The development team



The new release is a maintenance release for BlackCat CMS v1.0. It fixes a security vulnerability reported by htbrigde.com (HTB23228), so we highly recommend to upgrade soon. Some more fixes are also included.

Download options: Full installation, Upgrade (only changed files)

For full installation, please download our Bundle (contains the CMS itself, CKEditor WYSIWYG editor, Swift Mailer library for mailing), or create your own bundle from a list of available addons.

Visit our download page

For more details, please visit our GitHub project at https://github.com/webbird/BlackCatCMS...


Wednesday, February 19, 2014

Software Open Source Bisa Hemat Miliaran Rupiah

Sejumlah perusahaan mampu menghemat hingga miliaran rupiah dengan menggunakan software open source (OS), perangkat lunak yang dalam penggunaannya tidak dikenakan biaya lisensi maupun royalti oleh pengembangnya.

"Dengan OS, kita bisa menghemat 500 dollar AS untuk tiap terminal Personal Computer (PC) yang menjalankan fungsi office," kata pemilik perusahaan penerbitan dan percetakan Dian Rakyat Group, Mario Alisjahbana, dalam Seminar Nasional "Pengguna Open Source Software dan IGOS Center" di Jakarta, Rabu.

Sedangkan untuk tiap PC workstation untuk fungsi grafis bisa dihemat 1.500-3.000 dollar AS, ujar putra Sutan Takdir Alisjahbana itu.

"Bayangkan jika sebuah perusahaan mempunyai 300 komputer, berapa bisa dihemat? Apa lagi biaya itu harus dikeluarkan hampir tiap tahun karena selalu ada upgrade, seperti misalnya dari Windows Vista ke Windows7," katanya.

Sebagai perusahaan penerbitan dan percetakan, ujarnya, software yang dibutuhkan adalah sistem operasi, manajemen dan akuntansi, pengolahan teks, pengolahan foto dan gambar serta software desain dan pracetak.

Ia juga membantah pernyataan bahwa software OS masih terbatas dan mutunya lebih rendah dari software berlisensi (proprietari).

Pihaknya, lanjut dia, menggunakan software open source pengolah foto Gimp yang sekelas dengan Adobe Photoshop demikian pula dengan software pengolah gambar, desain, serta pengatur tata letak yang juga berbasis OS.

Sementara itu, Kepala Divisi Information Technology Samudra Indonesia Group Denny Ganjar mengatakan, dengan menggunakan software open source pihaknya bisa menghemat biaya pembelian software sampai Rp6 miliar.

"Menghemat sampai Rp6 miliar dengan kemampuan yang sama saja dengan kalau kita menggunakan software proprietari yang total biayanya sampai Rp18 miliar," katanya dengan bangga telah sukses bermigrasi ke OS.

Sedangkan Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Ristek Kemal Prihatman mengatakan, Surat Edaran telah dikeluarkan kementerian PAN pada Maret 2009 tentang penggunaan software OS untuk menggantikan software ilegal, dan harus sudah diimplementasi seluruhnya pada 2011.

"Sejak keluar SE itu mulai banyak instansi pemerintah yang aktif mencari tahu tentang software OS. Sudah ada sekitar 60-an pemkot/pemkab yang datang kepada kami mencari tahu dan meminta penjelasan bagaimana bermigrasi ke OS, belum termasuk yang mendatangi Depkominfo," katanya.

Ia mencontohkan Pemkot Surabaya yang mengajukan diri untuk bermigrasi. "Mereka akan mulai dengan sosialisasi, pelatihan, membuat lingkungan mendukung, baru kemudian bermigrasi. Prosesnya bertahap," katanya. Software Open Source Bisa Hemat Miliaran Rupiah.

disadur dari : www.poss.unnes.ac.id/2008/node/16

Tuesday, February 18, 2014

FOSS Online Library Aplication

FOSS Online Library Aplication buatan Indonesia diseponsori oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI diberi nama SENAYAN dan disingkat SLIMS.

SENAYAN adalah aplikasi open source berbasis web untuk keperluan automasi perpustakaan. SENAYAN dikembangkan di atas bahasa pemrograman web paling populer saat ini yaitu PHP 5 dan RDBMS MySQL 5 untuk backend penyimpanan data-nya.

FOSS Online Library Aplication SENAYAN dikembangkan oleh pertama kali 2 orang pustakawan yaitu Hendro Wicaksono sebagai Lead Developer dan Application Designer dan juga Arie Nugraha sebagai Main Programmer dan Application Designer, menyusul rekan-rekan dari komunitas yang juga membantu mengembangkan seperti Purwoko dan Arif Syamsudin yang menulis dokumentasi secara lengkap.

FOSS Online Library Aplication SENAYAN pada awalnya dikembangkan untuk menggantikan aplikasi Alice yang proprietary di lingkungan Perpustakaan Depdiknas dan sekaligus di Open Source-kan di bawah lisensi GPL versi 3 agar semua perpustakaan di Indonesia dapat menggunakannya dengan bebas. SENAYAN diproduksi oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI dan saat ini juga sudah mulai banyak digunakan oleh institusi Perpustakaan lain di bawah Depdiknas seperti Pusat Bahasa.

Sebagai sebuah aplikasi automasi ter-integrasi SENAYAN memiliki fitur2 berikut ini :
1. Online Public Access Catalog
2. Manajemen Bibliographic Database
3. Sirkulasi Koleksi
4. Keanggotaan.
5. Stock Taking
6. Reporting
7. Pembuatan Barcode koleksi
8. Konfigurasi Sistem
9. Multi Bahasa untuk User Interface

Untuk User Interface (Antar Muka) SENAYAN juga dikembangkan di atas standar XHTML 1.0, CSS2 dan juga library Prototype untuk penerapan AJAX dan DHTML lainnya.

SENAYAN dapat diunduh di website resmi-nya di www.slims.web.id dan bagi mereka yang ingin ikut membantu mengembangkan dapat memulainya dengan menggunakan, mencoba dan melaporkan bugs di sistem bugs report SENAYAN di www.slims.web.id/bugsreport2

FOSS Online Library Aplication

FOSS Online Library Aplication buatan Indonesia diseponsori oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI diberi nama SENAYAN dan disingkat SLIMS.

SENAYAN adalah aplikasi open source berbasis web untuk keperluan automasi perpustakaan. SENAYAN dikembangkan di atas bahasa pemrograman web paling populer saat ini yaitu PHP 5 dan RDBMS MySQL 5 untuk backend penyimpanan data-nya.

FOSS Online Library Aplication SENAYAN dikembangkan oleh pertama kali 2 orang pustakawan yaitu Hendro Wicaksono sebagai Lead Developer dan Application Designer dan juga Arie Nugraha sebagai Main Programmer dan Application Designer, menyusul rekan-rekan dari komunitas yang juga membantu mengembangkan seperti Purwoko dan Arif Syamsudin yang menulis dokumentasi secara lengkap.

FOSS Online Library Aplication SENAYAN pada awalnya dikembangkan untuk menggantikan aplikasi Alice yang proprietary di lingkungan Perpustakaan Depdiknas dan sekaligus di Open Source-kan di bawah lisensi GPL versi 3 agar semua perpustakaan di Indonesia dapat menggunakannya dengan bebas. SENAYAN diproduksi oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI dan saat ini juga sudah mulai banyak digunakan oleh institusi Perpustakaan lain di bawah Depdiknas seperti Pusat Bahasa.

Sebagai sebuah aplikasi automasi ter-integrasi SENAYAN memiliki fitur2 berikut ini :
1. Online Public Access Catalog
2. Manajemen Bibliographic Database
3. Sirkulasi Koleksi
4. Keanggotaan.
5. Stock Taking
6. Reporting
7. Pembuatan Barcode koleksi
8. Konfigurasi Sistem
9. Multi Bahasa untuk User Interface

Untuk User Interface (Antar Muka) SENAYAN juga dikembangkan di atas standar XHTML 1.0, CSS2 dan juga library Prototype untuk penerapan AJAX dan DHTML lainnya.

SENAYAN dapat diunduh di website resmi-nya di www.slims.web.id dan bagi mereka yang ingin ikut membantu mengembangkan dapat memulainya dengan menggunakan, mencoba dan melaporkan bugs di sistem bugs report SENAYAN di www.slims.web.id/bugsreport2

Saturday, February 15, 2014

muCommander Aplikasi Alternatif pengganti WinSCP di Linux

Sebagai mana kita ketahui, di linux sudah banyak cara untuk melakukan scp. Bisa menggunakan konsole lalu mengetik perintah scp, bisa dari nautilus (pengguna gnome) atau dari konqueror (pengguna kde) dan masih banyak cara lainnya.

muCommander Aplikasi Alternatif pengganti WinSCP di Linux.

muCommander, aplikasi yang memberikan fitur untuk transfer file via FTP, SFTP, SMB, NFS atau BONJOUR.

[caption id="attachment_26" align="aligncenter" width="300" caption="mucommander"]mucommander[/caption]

 

Enaknya si muCommander ini, dari segi tampilan mirip dengan WinSCP (model norton commander), sehingga memudahkan buat pengguna WinSCP dalam beradaptasi. Cuma dia membutuhkan Java Runtime Environment (JRE) terinstal.

Jadi yang membutuhkan aplikasi pengganti WinSCP di Linux, silahkan mencoba menggunakan muCommander. Siapa tahu cocok. Bagi para pengguna Ubuntu, muCommander tersedia dalam paket .deb, jadi tidak perlu kompail atau instal dari paket tar.gz.

Sumber muCommander Aplikasi Alternatif pengganti WinSCP di Linux :
http://www.mucommander.com/

Friday, January 18, 2013

List of router or firewall distributions



This is a list of operating system distributions designed for use as the operating system of a machine acting as a router and/or firewall.





































































































































































































































































































NameStatusTypeCostDescription
AGH Live RouterActiveDebianderivativeFreeLinux distribution for experimental routing. It consists of XORP control plane software and Click Modular Router module, which serves as a forwarding plane. Applications are already integrated and the system is ready-to-use. The system is distributed as a live ISO image and supports additional Click packages.[1]
Alpine LinuxActiveLinux distributionFreeLinux distribution running from a RAM drive. Its original target was small appliances like routers, VPN gateways, or embedded x86devices. However, it supports hosting other Linux guest OSes under VServer control, making it an attractive hosting solution as well. Uses Busybox and uClibc.
BSD Router ProjectActiveFreeBSDderivativeFreeRouter distribution that uses Quagga and Bird.
Bifrost Network ProjectActiveLinux distributionFreeThe goal of this project is to find out stability, performance, filter capabilities, administration, computer security, scalability and development possibilities of a Linux based streamlined router/firewall system. Recent distributions are being used as pure Internet routers, equipped with 1 GB or more of internal memory.
ClarkConnectInactiveLinux distributionFree but paid supportFirewall and Internet server distribution. Now known as ClearOS.[2]
ClearOSActiveRed Hat Enterprise LinuxderivativeFree or paid registrationRouter and firewall for SMBs with network, gateway and server modules accessed through WebConfig. A paid registration for extra online services is available, but not necessary for operation of the product.
Devil-LinuxActiveLinux distributionFreeFirewall/router/server distribution running from CD.
DD-WRTActiveLinux distributionFree or paid registration for x86Embedded Linux firmware distribution available on a variety of wireless routers.
Endian FirewallActiveLinux distributionFree (PC) or hardware versionUTM distribution with routing, firewall, anti-spam and anti-virus for web, FTP and e-mail, OpenVPN, IPsec, hotspot functionality, and captive portal (missing in community version). Endian Firewall Community (EFW) is a complete version for x86. The anti-virus for EFW is Sophos or ClamAV. The intrusion protection is Snort.[3]
EnGarde Secure LinuxInactiveLinux distributionFree or paidRouter/firewall and web-, email- and database server distribution.
Fli4lActiveLinuxFreeSingle floppy ISDN, DSL, and Ethernet router.
floppyfwActiveLinux distributionFreeSingle floppy router with the Linux's advanced firewall capabilities.
FREESCOActiveLinux distributionFreeFree replacement for proprietary routers supporting up to 10 network cards and up to 10 modems.
FreeWRTActiveLinux distributionFreeRouter distribution.
GibraltarActiveLinux distributionFree (PC/CD-ROM) or hardware versionRouter/firewall distribution.
Global Technology Associates, Inc.ActiveFreeBSDderivativeFree (limited functionality) or paidGB-OS firewall and UTM appliance.
Halon SecurityActiveOpenBSDderivativeFree or paidEnterprise-class OpenBSD distribution with OpenBGPDPF (firewall)Juniper-style CLI configuration, web interface, and a CF/USB flash optimized read-only file system.
IPCopActiveLinux distributionFreeRouter/firewall distribution.
IPFireActiveLinux distributionFreeRouter/firewall distribution.
LEAF ProjectActiveLinux distributionFreeLinux Embedded Appliance Framework; a customizable embedded Linux network appliance used as an Internet gateway, router, firewall, and wireless access point.
Linux Router ProjectInactive ? ?Router distribution (defunct as of 2003).
Mikrotik RouterOSActiveLinux basedDemo (full functionality for 24 hours) or paidLinux-based operating system with MLPLS, BGP, OSPF, firewalling, traffic control, VPN, IPsec. Free version requires you to sign-up for an account on their website.
m0n0wallActiveFreeBSDderivativeFreeSmall web-administrative router/firewall/VPN (ipsec/pptp only; no openVPN) distribution.
OpenWrtActiveLinuxFreeModular embedded distribution for ARM, MIPS, PPC and x86 devices.
OpenwallActiveLinuxFreeGNU/*/Linux (or Owl for short) is a small security-enhanced Linux distribution for servers, appliances, and virtual appliances.
pfSenseActiveFreeBSDderivativeFree (complete)Customized distribution tailored for use as a firewall, router, DHCP server, gateway, OpenVPN, IPsec, proxy and anti-virus (Snort).
Sentry FirewallInactive ?FreeA firewall, server or intrusion detection system distribution.
SmartRouterActiveLinux distributionFreeSmartRouter Project is a router/firewall distribution based on BrazilFW.
SimplewallActiveLinux DistributionFreeFirewall/UTM distribution with a web interface
SME ServerActiveCentOSderivativeFreeRouter/firewall[citation needed] and web-, file-, email- and database server distribution based on CentOS.
SmoothwallActiveLinux DistributionFree or paidRouter/firewall distribution with a web interface and light terminal.
SonicWALLActive ?PaidRouter/firewall and UTM.
SphirewallActiveLinuxFreeDirect hook into Linux kernel packet stream, LDAP and user based authentication, user quotas, QOS, advanced analytics,intrusion detection system, CLI and web management utilities. Also available in a Debian based Linux distribution.
ThreenixActiveLinux distributionFree or paidEnterprise-class router, firewall, VPN, intrusion protection, e-mail security and web security with a powerful CLI for simple and central administration.
Tomato Firmware ? ?FreeFree HyperWRT-based, Linux core firmware distribution for several wireless routers, most notably the Linksys WRT54G.
TrustixDefunct (Late 2007)Linux distributionFree or paidRouter/firewall distribution with SSH and GCC included if desired.
UntangleActiveDebianderivativeFree with paid addonsGPLv2 firewall and router that runs 13 paid and 13 free open source applications including spam blocker, virus blocker, web filter, OpenVPN, IPsec, protocol control and more.
VyattaActiveLinux distributionFree or paidEnterprise-class router, firewall, VPN, intrusion protection and more delivered as a complete network operating system that runs on x86 hardware or in XenServerVMware or Hyper-V to provide vFirewall, vRouter network virtualization functionality.
ZeroshellActiveLinux distributionFree (contribution required for some graphing functions)Web-administrative router/firewall live CD with QoS features. It is also able to act as a Wi-Fi access point with advanced features such as the multiple SSID and 802.1x RADIUS authentication. Zeroshell supports VLAN trunking (802.1q), bridging, WAN load balancing, and fail-over features.
Zentyal(formely eBox Platform)ActiveUbuntuderivativeFree with paid services availableZentyal is an open-source router/firewall and small business server.

[edit]References












































[hide]



Free software
Commercial software
Others
Related articles






www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com
 

List of router or firewall distributions

Source : http://url.stisitelkom.ac.id/56265

Tuesday, December 25, 2012

Installasi OJS Open Journal System

OPEN JOURNAL SYSTEM
Open Journal System (OJS) adalah perangkat lunak sistem manajemen jurnal berbasis open source yang tersedia secara gratis untuk tujuan membuat dan manajemen akses terbuka suatu penerbitan jurnal. OJS dibuat oleh komunitas Public Knowledge Project didedikasikan untuk meningkatkan kualitas ilmiah dan masyarakat penelitian. Proyek ini beroperasi melalui kemitraan antara Fakultas Pendidikan di University of British Columbia, Simon Fraser University, Sekolah Pendidikan di Stanford University, dan Pusat Studi di Kanada untuk Penerbitan di Simon Fraser University. Installasi OJS Open Journal System.
OJS mempunyai mempunyai berbagai fitur yang baik dalam manajemen jurnal dan telah mengadopsi banyak hal layanan konvensional dalam penerbitan jurnal menjadi sistem jurnal elektronik (E-Journal). Penggunaan akses online yang dikenal dengan E-Journal akan dapat meningkatkan pembaca, penulis ataupun dapat meningkatkan kualitas dari manajemen itu sendiri dan kualitas tulisan dari sebuah jurnal serta kontribusinya terhadap kepentingan publik atau skala global.
Untuk instalasi OJS (versi 2.x) diperlukan Operating System (OS), Webserver, Database server dan scripting language untuk menjalankan aplikasi web, yaitu sebagai berikut :
1. OS Windows dan Unix-like (Linux, FreeBSD, Solaris, Mac OS X, dll.)
2. Webserver (Apache 2.x, IIS , dll.)
3. Database server (MySQL 3.23/terbaru, atau PostgreSQL 7.1/terbaru)
4. PHP 5.x atau terbaru
Dalam pengenalan ini akan akan dijelaskan secara singkat installasi OJS menggunakan OS Windows dan Ubuntu (Linux).

 

Berikut ini adalah e-book mengenai Installasi OJS Open Journal System;

File utuh docx  installasi-ojs

File split pptx installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0001 installasi-ojs installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0040 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0033

File split doc installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0002 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0020 installasi-ojs-0021 installasi-ojs-0022 installasi-ojs-0023 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040

File split docx installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0002 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0020 installasi-ojs-0021 installasi-ojs-0022 installasi-ojs-0023 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040

 

Direct to files

installasi-ojs installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040 installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0002 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0020 installasi-ojs-0021 installasi-ojs-0022 installasi-ojs-0023 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040 installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0002 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0020 installasi-ojs-0021 installasi-ojs-0022 installasi-ojs-0023 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040

 

www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com

Installasi OJS Open Journal System

OPEN JOURNAL SYSTEM
Open Journal System (OJS) adalah perangkat lunak sistem manajemen jurnal berbasis open source yang tersedia secara gratis untuk tujuan membuat dan manajemen akses terbuka suatu penerbitan jurnal. OJS dibuat oleh komunitas Public Knowledge Project didedikasikan untuk meningkatkan kualitas ilmiah dan masyarakat penelitian. Proyek ini beroperasi melalui kemitraan antara Fakultas Pendidikan di University of British Columbia, Simon Fraser University, Sekolah Pendidikan di Stanford University, dan Pusat Studi di Kanada untuk Penerbitan di Simon Fraser University. Installasi OJS Open Journal System.
OJS mempunyai mempunyai berbagai fitur yang baik dalam manajemen jurnal dan telah mengadopsi banyak hal layanan konvensional dalam penerbitan jurnal menjadi sistem jurnal elektronik (E-Journal). Penggunaan akses online yang dikenal dengan E-Journal akan dapat meningkatkan pembaca, penulis ataupun dapat meningkatkan kualitas dari manajemen itu sendiri dan kualitas tulisan dari sebuah jurnal serta kontribusinya terhadap kepentingan publik atau skala global.
Untuk instalasi OJS (versi 2.x) diperlukan Operating System (OS), Webserver, Database server dan scripting language untuk menjalankan aplikasi web, yaitu sebagai berikut :
1. OS Windows dan Unix-like (Linux, FreeBSD, Solaris, Mac OS X, dll.)
2. Webserver (Apache 2.x, IIS , dll.)
3. Database server (MySQL 3.23/terbaru, atau PostgreSQL 7.1/terbaru)
4. PHP 5.x atau terbaru
Dalam pengenalan ini akan akan dijelaskan secara singkat installasi OJS menggunakan OS Windows dan Ubuntu (Linux).

 

Berikut ini adalah e-book mengenai Installasi OJS Open Journal System;

File utuh docx  installasi-ojs

File split pptx installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0001 installasi-ojs installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0040 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0033

File split doc installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0002 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0020 installasi-ojs-0021 installasi-ojs-0022 installasi-ojs-0023 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040

File split docx installasi-ojs-0001 installasi-ojs-0002 installasi-ojs-0003 installasi-ojs-0004 installasi-ojs-0005 installasi-ojs-0006 installasi-ojs-0007 installasi-ojs-0008 installasi-ojs-0009 installasi-ojs-0010 installasi-ojs-0011 installasi-ojs-0012 installasi-ojs-0013 installasi-ojs-0014 installasi-ojs-0015 installasi-ojs-0016 installasi-ojs-0017 installasi-ojs-0018 installasi-ojs-0019 installasi-ojs-0020 installasi-ojs-0021 installasi-ojs-0022 installasi-ojs-0023 installasi-ojs-0024 installasi-ojs-0025 installasi-ojs-0026 installasi-ojs-0027 installasi-ojs-0028 installasi-ojs-0029 installasi-ojs-0030 installasi-ojs-0031 installasi-ojs-0032 installasi-ojs-0033 installasi-ojs-0034 installasi-ojs-0035 installasi-ojs-0036 installasi-ojs-0037 installasi-ojs-0038 installasi-ojs-0039 installasi-ojs-0040

 

www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com