Sedikit Pencerahan Mengapa Politikus Itu Terlihat Seperti Banyak Omong Doang
Sedikit Pencerahan Mengapa Politikus Itu Terlihat Seperti Banyak Omong Doang Bayangkan Kamu berhasil jadi anggota DPR. Setelah bertahun-tahun berdemo, maki maki pemerintah, dan debat panjang di Twitter akhirnya kamu “berhasil masuk sistem”. Kamu datang dengan semangat: “Saya mau ajukan RUU yang melindungi rakyat!” Misalnya: • RUU Rampas Aset Koruptor • RUU Reforma Agraria • RUU Perlindungan Buruh • RUU Batasan Gaji Pejabat Tapi sebelum kamu bisa ajukan satu huruf pun, sistem menamparmu dengan kenyataan… Tahap 1: Kamu Harus Dapat Restu Fraksi Kamu nggak bisa ajukan RUU atas nama dirimu sendiri. Karena kamu bukan “wakil rakyat”, kamu adalah wakil partai. Segala tindakanmu harus atas persetujuan fraksi (perwakilan partai di DPR). Kalau partai bilang “nggak usah”, maka RUU-mu mati sebelum lahir. Kalau kamu nekad? PAW (Pergantian Antar Waktu). Kamu bisa dipecat. Kursi itu milik partai, bukan milik kamu pribadi. Sampai di sini aja, 80% idealismemu udah dipaksa bungkam. Tahap 2: Ajukan...