Posts

Showing posts with the label Enterpreneurship

Ketika Jepang Kembali ke Uang Tunai: Mengapa Cashless Justru Bisa Membuat Harga Lebih Mahal

Image
Dari supermarket hingga museum, Jepang menantang narasi global pembayaran digital demi melindungi konsumen dari inflasi. Paradoks di Negeri Teknologi Jepang selama ini dikenal sebagai negara berteknologi tinggi, rumah bagi inovasi robotik, semikonduktor, dan sistem transportasi paling presisi di dunia. Namun di tengah kampanye nasional menuju cashless society , sebuah fenomena menarik justru muncul: banyak toko di Jepang kembali ke pembayaran tunai (cash-only) . Supermarket, restoran kecil, toko keluarga, bahkan museum, mulai menolak kartu kredit dan pembayaran digital. Alasannya bukan nostalgia atau ketertinggalan teknologi, melainkan strategi bertahan hidup di tengah inflasi . Beberapa pelaku usaha melaporkan penghematan hingga 20 juta yen per tahun setelah menghentikan pembayaran non-tunai. Dana yang sebelumnya “hilang” sebagai biaya transaksi kini dialihkan langsung untuk menekan harga barang . Fenomena ini membuka diskusi penting: Apakah sistem cashless selalu menguntungkan konsu...

Bank Tidak meminjamkan Uang Ke Orang Miskin Buat Makan Sehari-hari

Image
Berikut terjemahannya ke Bahasa Indonesia (tetap mempertahankan gaya dan penekanan aslinya): Tulisan Asli Robert Kiyozaki ⸻ “Menabunglah. Jauhi utang. Dapatkan pekerjaan yang bagus.” Itu nasihat yang sejak kecil sering kamu dengar, kan? Nah, masalahnya begini… Nasihat itu sudah mati sejak tahun 1971. Dan tidak ada yang repot memberi tahu kamu. 1971 — tahun ketika uang menjadi palsu. Saat itulah Nixon melepaskan dolar dari standar emas. Tiba-tiba, “uang” kita tidak lagi didukung oleh sesuatu yang nyata. Ia berubah menjadi utang. Sebuah janji bayar (I.O.U.) dari pemerintah. Dan coba tebak apa yang terjadi setelah itu? Seluruh permainannya berubah. Tapi orang tua kamu, guru kamu, penasihat keuangan kamu? Mereka tetap bermain dengan aturan LAMA. …sementara itu, orang kaya sudah memahami permainan BARU. Inilah yang mereka ketahui, tapi kamu tidak Bank tidak meminjamkan uang kepada orang miskin. Mereka meminjamkan kepada orang KAYA. Goldman Sachs. Wells Fargo. Bank of America. Mereka meman...

Vanity metrics bikin pemilik usaha malah bisa jatuh bangkrut

Image
Maaf, ga semua bisnis yang omsetnya besar bisa bikin ownernya kaya malah bisa jatuh ke jurang paling dalam kalau masih doyan sama vanity metrics. Vanity metrics adalah angka yang keliatannya keren tapi tidak mencerminkan kesehatan bisnis. Jadi orang kalau liat vanity metrics PASTI akan merasa bisa menguasai dunia & hidup sudah finish. Contohnya : omset besar. Banyak pengusaha termasuk saya dulu suka banget ngejar omset. Sudah milyaran mau puluhan M, ratusan M, kalo bisa 1T / tahun. TAPIII lupa mikir hal sesederhana : - uang cash di company nambah ga tiap bulan - atau tiap bulan uangnya ga bisa ditarik dan malah nambah jadi barang mati yang ga bisa dijual (deadstock) - kalau jadi deadstok bisa dijual lagi sehingga bisa jadi uang cash - atau deadstoknya dibiarin begitu aja numpuk dari tahun ke tahun dari sini aja kalo jawaban nya ngawur udah ketahuan kok itu bisnis bakal bangkrut atau tidak, tinggal tunggu waktu aja. Jenis lain vanity metrics adalah followers, views konten atau budge...

5 Struktur Bicara Yang bikin Orang Fokus (dan Gak Scroll HP Saat Kamu Ngomong)

Image
Pernah gak kamu cerita panjang lebar, tapi lawan bicaramu malah kayak “ngilang”? Matanya kosong, tangannya sibuk buka HP, atau cuma jawab “oh gitu…” dengan datar. Padahal kamu niat banget jelasin. Kenapa gitu? Karena otak manusia gak suka informasi yang acak. Dalam buku Talk Like TED (Carmine Gallo), dijelaskan bahwa pendengar hanya bisa fokus jika apa yang kamu ucapkan punya pola. Tanpa pola → otak capek → mereka scroll TikTok lagi. Jadi, biar kamu gak kehilangan perhatian orang di tengah jalan, coba 5 struktur bicara ini. Ringkas, kuat, dan bikin orang betah dengerin sampai habis. 1. Struktur “Masalah – Dampak – Solusi” Contoh: “Banyak orang ngerasa stuck kerja tiap hari. Itu bikin stres numpuk, bahkan bikin tidur gak nyenyak. Makanya aku pengen ajak kamu coba satu hal kecil: journaling 5 menit tiap malam.” Referensi: Nancy Duarte – Resonate Audiens akan lebih peduli kalau mereka diajak masuk dari masalah yang mereka kenal, bukan langsung dijejali solusi. 2. Struktur “Dulu – Sekarang...

Adversity Quotient AQ

Ketika akhirnya Thomas Alva Edison (1847 - 1931) berhasil menemukan baterai yang ringan dan tahan lama, dia telah melewati 50.000 percobaan dan bekerja selama 20 tahun. Tak heran kalau ada yang bertanya, “Mr. Edison, Anda telah gagal 50.000 kali, lalu apa yang membuat Anda yakin bahwa akhirnya Anda akan berhasil?” Secara spontan Edison langsung menjawab, “Berhasil? Bukan hanya berhasil, saya telah mendapatkan banyak hasil. Apakah adversity quotient (AQ) itu? Menurut Stoltz, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. “AQ merupakan faktor yang dapat menentukan bagaimana, jadi atau tidaknya, serta sejauh mana sikap, kemampuan dan kinerja Anda terwujud di dunia,” tulis Stoltz. Pendek kata, orang yang memiliki AQ tinggi akan lebih mampu mewujudkan cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya lebih rendah. Untuk memberikan gambaran, Stoltz meminjam terminologi para pendaki gunung. Dalam hal ini, Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga bagian: 1. Quitter (yang menyerah). Par...

5 Jenis Kecerdasan Manusia

Image
1. Intelligent Quotient (IQ) Kecerdasan Pikiran ini merupakan kecerdasan yang bertumpu kemampuan otak kita untuk berpikir dalam menyelesaikan masalah. Jika kita mengikuti Psikotes, ada banyak soal yang menuntut kejelian pikiran kita untuk menjawabnya, misalnya soal mengenai delik ruang seperti bentuk ruang kubus yang diputar-putar akan menjadi seperti apa. Soal ini bertujuan untuk melihat kemampuan pikiran kita dalam menyelesaikan suatu masalah dari berbagai sisi.

Teori Motivasi : Hirarki Kebutuhan Maslow

Teori Motivasi : Hirarki Kebutuhan Maslow Ditinjau dari etimologinya, “motivasi” berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. Dari asal-usul kata ini, Lorens Bagus, dalam Kamus Filsafat, mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia, karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai “usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya”. Menurut Stephen P. Robbins, motivasi adalah “proses yang ikut menentukan intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran”. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ket...

Teori Motivasi: Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow

Teori Motivasi: Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Sumber :  http://url.stisitelkom.ac.id/95259 Di tahun 1943, seorang psikologis dari Amerika; Abraham Maslow (1908-1970), menulis sebuah mahakaryanya yang sangat berpengaruh di bidang psikologi motivasi. Teori Motivasi Manusia adalah tulisan Maslow yang menjadi inspirasi bagi banyak kebijakan di beragam perusahaan modern untuk memotivasi para karyawannya. Maslow mengungkapkan berbagai tingkatan kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan fisik hingga psikologis. Dan bermacam kebutuhan ini, disusun dalam suatu piramida yang hirarkis, berdasarkan sifat kebutuhannya. Biasanya piramida Maslow ini berfokus pada lima tingkat kebutuhan, mulai dari yang mendasar untuk bertahan hidup hingga kepada kebutuhan sosial dan kebutuhan untuk mengembangkan diri di dalam kehidupan. Kelima tingkat kebutuhan tersebut adalah: Kebutuhan fisik untuk bertahan hidup seperti makanan, air, dan seterusnya. Kebutuhan akan keamanan seperti tempat t...

DEFINISI MOTIVASI KERJA

Sumber :  http://url.stisitelkom.ac.id/76388 I. Definisi Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan. Selanjutnya, Samsudin (2005) memberikan pengertian motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan. Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap ( attitude ) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan ( situation ). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja ...