Vanity metrics bikin pemilik usaha malah bisa jatuh bangkrut

Maaf, ga semua bisnis yang omsetnya besar bisa bikin ownernya kaya malah bisa jatuh ke jurang paling dalam kalau masih doyan sama vanity metrics.
Vanity metrics adalah angka yang keliatannya keren tapi tidak mencerminkan kesehatan bisnis. Jadi orang kalau liat vanity metrics PASTI akan merasa bisa menguasai dunia & hidup sudah finish. Contohnya : omset besar.

Vanity metrics bikin pemilik usaha malah bisa jatuh bangkrut


Banyak pengusaha termasuk saya dulu suka banget ngejar omset. Sudah milyaran mau puluhan M, ratusan M, kalo bisa 1T / tahun.
TAPIII lupa mikir hal sesederhana :
- uang cash di company nambah ga tiap bulan
- atau tiap bulan uangnya ga bisa ditarik dan malah nambah jadi barang mati yang ga bisa dijual (deadstock)
- kalau jadi deadstok bisa dijual lagi sehingga bisa jadi uang cash
- atau deadstoknya dibiarin begitu aja numpuk dari tahun ke tahun
dari sini aja kalo jawaban nya ngawur udah ketahuan kok itu bisnis bakal bangkrut atau tidak, tinggal tunggu waktu aja.
Jenis lain vanity metrics adalah followers, views konten atau budget ads yang makin naik sehingga persentase ads to omset nya makin besar.
Misal :
Januari
omset 1M / bulan
ads 200jt / 20%
Oktober
omset 1,5M / bulan
ads 450jt / 30%
kalau dari omset 1M net margin udah tipis banget sampai dibawah 15% pas ke 1,5M pasti sudah pasti tamat kok 🙏
why? net margin kegerus, belom bayar pajak, fix & variable cost naik, belum hitung hpp naik, dll.
terus, followers & views konten besar emang jaminan bisnismu naik? kaga. kalau salah target market.
1. Saya punya teman yang omsetnya 12M / tahun punya net margin (bersih) 30% / 3,6M uangnya udah jadi cash yang bisa ditarik dan dinikmati bukan jadi barang / modal di perusahaan. Dia bisa punya dana darurat, asset, investasi dan hidup berkualitas.
2. Tapi saya juga kenal orang yang omsetnya 200M / tahun punya net margin 20% tapi ga bisa ambil uang karena ekspansi terus ke vanity metrics.
Bukannya nomor 2 ga mau narik, tapi ga bisa narik karena duitnya numpuk di barang yang tidak terjual. Masalahnya budget marketing kalau dikecilin omset jatoh karena udah terlanjur bikin diskon & ga pernah bangun hal-hal fundamental.
Masalah berikutnya cost karyawan, sewa gudang & kantor semua udah kebesaran jadi kalau omset jatuh , fix rugi bisnisnya.
Kan ga mungkin dong omset 200M karyawan cuma 5. Paling engga ya 150 karyawan dengan segala kompleksitasnya.
Belum lagi barang yang ditaruh ke toko & retail dibayarnya tempo 4 bulan. Jadi bikin dia punya omset besar tapi ga bisa dinikmati karena uangnya kering dan ngepas.
Apakah salah? ga ada yang salah karena hidup itu pilihan, tapi saya tipe yang milih berbisnis untuk hidup yang lebih berkualitas dan long term.
Tapi apakah no 1 kalah vs no 2 ? Belum tentu
Karena kalau tarik garis 20 tahun, bisa jadi orang nomor 1 punya cash 300M karena dia pintar investasi dengan return 15% / tahun dan bisa jadi orang nomor 2 di tahun ke 15 ada kompetitor yang jual harga lebih murah, modalnya triliunan dan bikin bisnis nomor 2 kena disrupsi sehingga hartanya dari 200M di laporan keuangan (belum jadi uang cash loh ya) bisa jadi 20M pas ditarik.
Bisa jadi nomor 1 kalah juga & no 2 menang kalau berhasil menghindari resiko-resiko kedepan.
Tau darimana lu rico huang? bacot doang.
Saya udah pernah jadi nomor 2 punya 200 karyawan terus jatuh, rasanya NIKMAT sampe menghilang 3 tahun 🙂👍
Jadi, we never know karena tidak ada customer yang loyal & resiko itu pasti dalam bisnis. Hari ini kamu nomor 1, besok-besok bisa engga loh.
Jadi daripada mencari vanity numbers & metrics yang semu, saya lebih milih jadi pengusaha yang lebih sehat.
Tetap kejar omset mah tetep gas tapi persentase budget marketing turun, cost2 ga penting di cut, hal-hal fundamental diperbaiki & di improve pelan-pelan bukan fokus nyari hack hack algoritma cepat dapat uang.
Alhasil bisnis kita akan jadi jauh lebih sehat dan bisa mulai investasi.
Karena bisnis yang sehat bukan yang paling rame, tapi yang paling tahan lama.
Bukan juga soal siapa lebih besar & kecil karena bukan perlombaan lawan kompetitor, tapi soal getting better sama diri sendiri.
Semoga kita bisa mengejar angka yang lebih berkualitas & jauh dari vanity metrics.


Comments

Popular posts from this blog

RSSTop55 Best Blog Directory And RSS Submission Sites

Inovasi Motor Hidrogen Mahasiswa UPI: Teknologi Nol Emisi yang Mampu Menempuh 428 Km dengan 2 Liter Hidrogen – Tonggak Baru Transportasi Hijau Indonesia

Syekh al-Albani menda’ifkan beberapa hadis dari Shahih Muslim?