Syekh al-Albani menda’ifkan beberapa hadis dari Shahih Muslim?
Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani dikenal luas sebagai seorang muhaddits (ahli hadis) abad ke-20 yang sangat produktif dalam meneliti, mengklasifikasikan, dan mentakhrij hadis. Meskipun mayoritas ulama Ahlus Sunnah menjadikan kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim sebagai dua kitab paling otentik setelah Al-Qur’an, Syekh al-Albani dikenal berani mengkritisi sebagian hadis di dalamnya—khususnya dalam Shahih Muslim.
Jawaban Singkat:
✅ Ya, Syekh al-Albani menda’ifkan beberapa hadis dari Shahih Muslim.
🔸 Namun hampir tidak ditemukan beliau menda’ifkan hadis dalam Shahih Bukhari secara langsung.
🔍 Penjelasan Detail
1. 📕 Mengapa Shahih Bukhari dan Muslim Dianggap Shahih?
Kedua kitab tersebut disusun oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dengan kriteria sangat ketat, khususnya dalam sanad dan keadilan para perawi. Mayoritas ulama sepakat bahwa:
"Kedua kitab ini (Bukhari-Muslim) adalah kitab paling shahih setelah Al-Qur’an."
Namun, ini bukan berarti semua hadis di dalamnya adalah muttafaq ‘alaih dari segi matan, atau tidak bisa dikritisi. Sejumlah ulama salaf dan khalaf juga mengkritisi sebagian kecil hadis dalam keduanya—terutama dalam Shahih Muslim.
2. 📘 Apakah Syekh Al-Albani Menda’ifkan Hadis dalam Shahih Bukhari?
📌 Secara umum tidak.
Syekh Al-Albani sangat jarang—bahkan hampir tidak pernah—menda’ifkan hadis dalam Shahih Bukhari. Ia sangat menghormati metode dan kehati-hatian Imam al-Bukhari.
Contoh pendekatan Al-Albani terhadap Shahih Bukhari:
-
Ia bisa mengingatkan tentang problem pada pemahaman matan, namun tidak menyatakan hadisnya dhaif secara sanad.
3. 📗 Apakah Syekh Al-Albani Menda’ifkan Hadis dalam Shahih Muslim?
✅ Ya, ada beberapa hadis dalam Shahih Muslim yang dinilai tidak sahih oleh Al-Albani.
Berikut beberapa contohnya:
⚠️ Contoh Hadis dari Shahih Muslim yang Dida’ifkan oleh Al-Albani
1. Hadis tentang Nabi pernah lupa dalam salat lalu ditunjukkan oleh Dzul Yadain
-
Riwayat: Muslim no. 572
-
Penilaian Al-Albani: Dida’ifkan karena masalah dalam sanad tambahan riwayat.
-
Namun ini adalah pendapat minoritas; mayoritas ulama tetap menganggap hadis ini sahih.
2. Hadis tentang orang yang terakhir masuk surga berjalan di atas jembatan lalu terjatuh ke dalam neraka
-
Riwayat: Muslim no. 186
-
Komentar Al-Albani: Ia menganggap sebagian lafal dalam hadis ini mungkar, dan lebih menguatkan versi dalam Bukhari.
3. Hadis tentang ayah dan ibu Nabi di neraka
-
Riwayat: Muslim no. 203
-
Komentar Al-Albani: Ia menyatakan sanadnya sahih tetapi mengkritik pemahaman matan atau maknanya, dan mencoba mengkompromikannya dengan riwayat lain yang menurutnya lebih kuat secara makna.
4. Hadis Jassasah
-
Riwayat: Muslim no. 2942
-
Komentar Al-Albani: Ia cenderung menganggapnya lemah dari sisi matan, meskipun sanadnya tidak bermasalah, karena dianggap bertentangan dengan nash yang lebih kuat tentang Dajjal.
📌 Catatan Penting
-
Al-Albani tidak serta-merta menyatakan semua hadis yang dinilai sahih oleh Imam Muslim itu otomatis dhaif.
-
Kritik Al-Albani lebih bersifat ilmiah dan biasa dalam tradisi ulama hadis. Ia mengedepankan pendekatan sanad dan perbandingan antar-riwayat.
-
Banyak ulama lain seperti Al-Daraquthni, Al-Nawawi, dan Ibnu Hajar juga mengkritisi sebagian riwayat di Muslim atau Bukhari, namun tetap mengakui keagungan kedua kitab tersebut.
📚 Rujukan Karya Al-Albani
Kalau ingin telusuri secara langsung, berikut beberapa karya Al-Albani yang membahas hadis-hadis ini:
-
Silsilatul Ahadits adh-Dhaifah wal Maudhu’ah
-
Irwa’ al-Ghalil
-
Tamamul Minnah
-
Takhrij al-Mishkat
-
Sahih dan Dhaif Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i
✅ Kesimpulan
Apakah Syekh Al-Albani menda’ifkan hadis dalam Shahih Bukhari dan Muslim?
-
Shahih Bukhari: Tidak ada yang benar-benar beliau nilai dhaif dari segi sanad. Paling hanya kritik terhadap pemahaman atau variasi matan.
-
Shahih Muslim: Ya, ada beberapa hadis yang menurut Al-Albani lemah atau tidak bisa diterima, terutama dari sisi matan atau perbandingan antar-riwayat.
Namun, kritik ini tidak membuatnya menolak kedua kitab tersebut sebagai sumber paling otoritatif setelah Al-Qur’an. Al-Albani tetap menghormati keduanya dan menyebut keduanya sebagai “ashahhul kutub ba’dal Qur’an”.
daftar hadis-hadis dalam Shahih Muslim yang oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al‑Albani dinilai dhoif (lemah) berdasarkan referensi dari kitab beliau Dhaif al‑Jamiʿ wa Ziyadatuhu (a.k.a. Dhaif al‑Jamiʿ ash‑Shaghir) sebagaimana dikutip oleh penulis dan riset: al-albani.blogspot.com+11Herry Syafrial Abuzar+11Kalam+11
📑 Daftar Lengkap Hadis Muslim yang Dinilai Dhoif oleh Al‑Albani
| No | Isi Singkat Hadis | Referensi Muslim | Nomor Penilaian Albani |
|---|---|---|---|
| 1 | “Orang yang paling besar kepercayaannya di hari kiamat adalah yang tidak mengungkap rahasia entre suami‑istri.” | Muslim no. 124 & 1437 | Dhaif al‑Jamiʿ ash‑Shaghir no. 1986 qulamirulhakim.blogspot.com+2Herry Syafrial Abuzar+2Catatan Abu Umair+2 |
| 2 | “Di antara manusia yang terjelek di hari kiamat adalah pria yang mencintai istrinya lalu membocorkan rahasianya.” | Muslim no. 1437 | Dhaif al‑Jamiʿ ash‑Shaghir no. 2005 Herry Syafrial Abuzarqulamirulhakim.blogspot.com |
| 3 | “Jika seseorang bangun malam hari, maka buka salatnya dengan dua rakaat ringan.” | Muslim no. 769 | Dhaif al‑Jamiʿ ash‑Shaghir no. 719 Herry Syafrial Abuzarqulamirulhakim.blogspot.com |
| 4 | “Engkau akan dibangkitkan dengan tangan, kaki, dan kening bercahaya karena menyempurnakan wudhu.” | Muslim no. 246 | Dhaif al‑Jamiʿ ash‑Shaghir no. 1425 Herry Syafrial Abuzarqulamirulhakim.blogspot.com |
| 5 | “Berkurban hanya sah menggunakan sapi yang dewasa; kecuali jika kesulitan maka domba jantan boleh.” | Muslim no. 1963 | Dhaif al‑Jamiʿ ash‑Shaghir no. 6222 Herry Syafrial Abuzarqulamirulhakim.blogspot.com |
✳️ Tambahan Detail
-
Hadis-hadis tersebut secara tradisional dianggap sahih karena diriwayatkan oleh Imam Muslim. Namun, Al-Albani menganggapnya lemah karena kelemahan pada sanad, termasuk adanya perawi yang diperselisihkan keadilannya atau tidak dikenal luas oleh sebagian ulama salaf saktirangkuti.blogspot.com+11Catatan Abu Umair+11Kalam+11.
-
Beberapa ulama lain seperti Syaikh Yusuf Qardhawi menyoroti bahwa Al‑Albani terkadang melemahkan hadis dalam satu buku tetapi meneguhkan (menshahihkan) dalam kitab lain, sehingga penilaiannya tidak selalu konsisten secara mutlak perpus.tebuireng.ac.id.
Berikut beberapa hadits lemah dari Silsilah al‑Dhaifah karya Syaikh al‑Albani yang sangat populer di kalangan umat Islam dan sering diamalkan, namun oleh beliau dinilai dhoif atau bahkan maudhu’ (palsu):
1. “صُومُوا تُصْحَوْا” (“Berpuasalah niscaya kamu akan sehat”)
-
Sering dikutip untuk mempromosikan manfaat kesehatan dari puasa.
-
Menurut Al‑Albani dalam Silsilah al‑Dhaifah (no. 253), hadits ini dhoif karena sanadnya tidak kuat, dan oleh ulama lainnya seperti Al‑Iraqi bahkan dinyatakan maudhu’ (palsu) Reddit+15InsertLive+15Kalam+15.
2. Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah… doanya mustajab… amalannya dilipatgandakan
-
Populer untuk memotivasi pahala selama Ramadan.
-
Diriwayatkan oleh Al‑Baihaqi (Syūʾab al‑Īmān), tetapi dinilai dhoif oleh Al‑Iraqi dan masuk Silsilah al‑Dhaifah menurut Al‑Albani InsertLiveNgawi Cyber.
3. “Rajab bulan Allah… Sya’ban bulanku… Ramadhan bulan ummatku”
-
Digunakan sebagai keutamaan tiga bulan; sering disampaikan para ustaz.
-
Al‑Albani menilainya dhoif (no. 4400), sedangkan beberapa ulama lain menyebutnya maudhu’ karena perawi yang buruk dalam sanad-nya FIKROH.COM.
4. “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban…”
-
Banyak dibaca dalam doa memasuki Ramadan.
-
Diriwayatkan melalui Ziyad an‑Numairi dan Zaidah bin Abi al‑Ruqqad, yang menurut ulama termasuk dhaif dan bahkan munkar; Al‑Albani mencantumkannya dalam Silsilah al‑Dhaifah sebagai hadits lemah Ngawi Cyber+15betav1.radioislam.or.id+15Reddit+15.
5. “لا يدخل الجنة صاحب مكس” (“Orang yang mengambil maks—pajak tambahan—tidak akan masuk surga”)
-
Populer sebagai motivasi anti korupsi.
-
Hadits ini menurut Al‑Albani adalah dhoif, meskipun banyak orang memanfaatkannya dalam ceramah dan dakwah sehari-hari Reddit.
📌 Ringkasan dalam Tabel
| Lafaz Singkat | Populer Diamalkan Untuk | Status Menurut Al‑Albani |
|---|---|---|
| صوموا تصحوا | Motivasi kesehatan saat puasa | Dhaif (Silsilah no. 253) |
| Tidurnya orang puasa… | Pahala saat Ramadan | Dhaif |
| "Rajab… Sya’ban… Ramadan…" | Keutamaan tiga bulan | Dhaif (no. 4400), sebagian ulama sebut maudhu’ |
| “Ya Allah berkahi kami di Rajab…” | Doa memasuki Ramadan | Dhaif |
| لا يدخل الجنة صاحب مكس | Moral anti korupsi | Dhaif |
🧭 Pandangan Ulama Tentang Mengamalkan Hadits Dhaif
Meski hadits-hadits tersebut populer, Syaikh al‑Albani menolak keras penggunaan hadits dhaif—terutama dalam fadha’il al-aʿmāl dan amalan populer VOA Islam+1betav1.radioislam.or.id+1InsertLivebetav1.radioislam.or.id+1FIKROH.COM+1FIKROH.COM+1Kalam+1InsertLive+8Alif.ID+8betav1.radioislam.or.id+8ngopibareng.id+1Reddit+1. Sementara sebagian ulama klasik seperti Imam Nawawi dan al‑Suyūṭī memperbolehkan, mereka membatasi penggunaannya agar tidak terkait hukum halal-haram atau aqidah.
✅ Kesimpulan
-
Terdapat beberapa hadits populer yang sering diamalkan oleh umat Muslim, tetapi oleh Al‑Albani dianggap dhoif atau palsu.
-
Contoh-contohnya banyak terkait fadha’il Ramadan dan keutamaan waktu.

Comments