$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Perkembangan Paradigma Kepemimpinan : Gaya, Tipologi, Model Dan Teori Kepemimpinan

SHARE:

Perkembangan Paradigma Kepemimpinan : Gaya, Tipologi, Model Dan Teori Kepemimpinan Jenis, gaya, dan ciri yang menandai perkembangan kepemimp...

Perkembangan Paradigma Kepemimpinan : Gaya, Tipologi, Model Dan Teori Kepemimpinan




Jenis, gaya, dan ciri yang menandai perkembangan kepemimpinan masa lalu dapat dilihat dari pengetahuan atau pun teori kepemimpinan yang berkembang dalam kurun waktu tersebut.

 

Sumber : http://url.stisitelkom.ac.id/37582

 

Abad 20 baru saja berlalu. Kita dapat mencatat sejarah kemanusiaan yang penuh dinamika perubahan di abad itu; termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tak terkecuali perkembangan pengetahuan tentang paradigma kepemimpinan yang dapat meliputi gaya kepemimpinan, tipologi kepemimpinan, model-model kepemimpinan, dan teori-teori kepemimpinan.

Sekalipun secara konseptual pada ketiganya terdapat perbedaan, namun sebagai telaan mengenai substansi yang sama akan terdapat korelasi bahkan interdependensi antar ketiganya.

  1. Gaya Kepemimpinan


Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995). Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.

Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin, pada dasarnya dapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini.

Teori Genetis (Keturunan). Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fasilitas atau determinitis.
Teori Sosial. Jika teori pertama di atas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi, maka teori inipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa “Leader are made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati). Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori genetika. Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.

Teori Ekologis. Kedua teori yang ekstrim di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah aliran teori ketiga. Teori yang disebut teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran. Namun demikian, penelitian yang jauh lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya sosok pemimpin yang baik.

Selain pendapat-pendapat yang menyatakan tentang timbulnya gaya kepemimpinan tersebut, Hersey dan Blanchard (1992) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan perwujudan dari tiga komponen, yaitu pemimpin itu sendiri, bawahan, serta situasi di mana proses kepemimpinan tersebut diwujudkan. Bertolak dari pemikiran tersebut, Hersey dan Blanchard (1992) mengajukan proposisi bahwa gaya kepemimpinan (k) merupakan suatu fungsi dari pimpinan (p), bawahan (b) dan situasi tertentu (s)., yang dapat dinotasikan sebagai : k = f (p, b, s).

Menurut Hersey dan Blanchard, pimpinan (p) adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai keterampilan yang berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi dan konseptual. Sedangkan bawahan adalah seorang atau sekelompok orang yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut yang setiap saat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah disepakati bersama guna mencapai tujuan. Dalam suatu organisasi, bawahan mempunyai peranan yang sangat strategis, karena sukses tidaknya seseorang pimpinan bergantung kepada para pengikutnya ini. Oleh sebab itu, seorang pemimpinan dituntut untuk memilih bawahan dengan secermat mungkin.

Adapun situasi (s) menurut Hersey dan Blanchard adalah suatu keadaan yang kondusif, di mana seorang pimpinan berusaha pada saat-saat tertentu mempengaruhi perilaku orang lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam satu situasi misalnya, tindakan pimpinan pada beberapa tahun yang lalu tentunya tidak sama dengan yang dilakukan pada saat sekarang, karena memang situasinya telah berlainan. Dengan demikian, ketiga unsur yang mempengaruhi gaya kepemimpinan tersebut, yaitu pimpinan, bawahan dan situasi merupakan unsur yang saling terkait satu dengan lainnya, dan akan menentukan tingkat keberhasilan kepemimpinan.

  1. Tipologi Kepemimpinan


Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).

Tipe Otokratis. Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi; Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi; Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata; Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat; Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya; Dalam tindakan pengge-rakkannya sering memperguna-kan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

Tipe Militeristis. Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan; Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya; Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan; Sukar menerima kritikan dari bawahannya; Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

Tipe Paternalistis. Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa; bersikap terlalu melindungi (overly protective); jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan; jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif; jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap maha tahu.

Tipe Karismatik. Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

Tipe Demokratis. Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia; selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya; senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. Namun, karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal, alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis.

  1. Model Kepemimpinan.


Model kepemimpinan didasarkan pada pendekatan yang mengacu kepada hakikat kepemimpinan yang berlandaskan pada perilaku dan keterampilan seseorang yang berbaur kemudian membentuk gaya kepemimpinan yang berbeda. Beberapa model yang menganut pendekatan ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

Model Kepemimpinan Kontinum (Otokratis-Demokratis). Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis. Perilaku otokratis, pada umumnya dinilai bersifat negatif, di mana sumber kuasa atau wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan. Jadi otoritas berada di tangan pemimpin, karena pemusatan kekuatan dan pengambilan keputusan ada pada dirinya serta memegang tanggung jawab penuh, sedangkan bawahannya dipengaruhi melalui ancaman dan hukuman. Selain bersifat negatif, gaya kepemimpinan ini mempunyai manfaat antara lain, pengambilan keputusan cepat, dapat memberikan kepuasan pada pimpinan serta memberikan rasa aman dan keteraturan bagi bawahan. Selain itu, orientasi utama dari perilaku otokratis ini adalah pada tugas.

Perilaku demokratis; perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan. Hal ini terjadi jika bawahan dimotivasi dengan tepat dan pimpinan dalam melaksanakan kepemimpinannya berusaha mengutamakan kerjasama dan team work untuk mencapai tujuan, di mana si pemimpin senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya. Kebijakan di sini terbuka bagi diskusi dan keputusan kelompok.

Namun, kenyataannya perilaku kepemimpinan ini tidak mengacu pada dua model perilaku kepemimpinan yang ekstrim di atas, melainkan memiliki kecenderungan yang terdapat di antara dua sisi ekstrim tersebut. Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) mengelompokkannya menjadi tujuh kecenderungan perilaku kepemimpinan. Ketujuh perilaku inipun tidak mutlak melainkan akan memiliki kecenderungan perilaku kepemimpinan mengikuti suatu garis kontinum dari sisi otokratis yang berorientasi pada tugas sampai dengan sisi demokratis yang berorientasi pada hubungan. (Lihat Gambar 1).

Model Kepemimpinan Ohio. Dalam penelitiannya, Universitas Ohio melahirkan teori dua faktor tentang gaya kepemimpinan yaitu struktur inisiasi dan konsiderasi (Hersey dan Blanchard, 1992). Struktur inisiasi mengacu kepada perilaku pemimpin dalam menggambarkan hubungan antara dirinya dengan anggota kelompok kerja dalam upaya membentuk pola organisasi, saluran komunikasi, dan metode atau prosedur yang ditetapkan dengan baik. Adapun konsiderasi mengacu kepada perilaku yang menunjukkan persahabatan, kepercayaan timbal-balik, rasa hormat dan kehangatan dalam hubungan antara pemimpin dengan anggota stafnya (bawahan). Adapun contoh dari faktor konsiderasi misalnya pemimpin menyediakan waktu untuk menyimak anggota kelompok, pemimpin mau mengadakan perubahan, dan pemimpin bersikap bersahabat dan dapat didekati. Sedangkan contoh untuk faktor struktur inisiasi misalnya pemimpin menugaskan tugas tertentu kepada anggota kelompok, pemimpin meminta anggota kelompok mematuhi tata tertib dan peraturan standar, dan pemimpin memberitahu anggota kelompok tentang hal-hal yang diharapkan dari mereka. Kedua faktor dalam model kepemimpinan Ohio tersebut dalam implementasinya mengacu pada empat kuadran, yaitu : (a) model kepemimpinan yang rendah konsiderasi maupun struktur inisiasinya, (b) model kepemimpinan yang tinggi konsiderasi maupun struktur inisiasinya, (c) model kepemimpinan yang tinggi konsiderasinya tetapi rendah struktur inisiasinya, dan (d) model kepemimpinan yang rendah konsiderasinya tetapi tinggi struktur inisiasinya. (Lihat Gambar 2)

Model Kepemimpinan Likert (Likert’s Management System). Likert dalam Stoner (1978) menyatakan bahwa dalam model kepemimpinan dapat dikelompokkan dalam empat sistem, yaitu sistem otoriter, otoriter yang bijaksana, konsultatif, dan partisipatif. Penjelasan dari keempat sistem tersebut adalah seperti yang disajikan pada bagian berikut ini.

Sistem Otoriter (Sangat Otokratis). Dalam sistem ini, pimpinan menentukan semua keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan, dan memerintahkan semua bawahan untuk menjalankannya. Untuk itu, pemimpin juga menentukan standar pekerjaan yang harus dijalankan oleh bawahan. Dalam menjalankan pekerjaannya, pimpinan cenderung menerapkan ancaman dan hukuman. Oleh karena itu, hubungan antara pimpinan dan bawahan dalam sistem adalah saling curiga satu dengan lainnya.

Sistem Otoriter Bijak (Otokratis Paternalistik). Perbedaan dengan sistem sebelumnya adalah terletak kepada adanya fleksibilitas pimpinan dalam menetapkan standar yang ditandai dengan meminta pendapat kepada bawahan. Selain itu, pimpinan dalam sistem ini juga sering memberikan pujian dan bahkan hadiah ketika bawahan berhasil bekerja dengan baik. Namun demikian, pada sistem inipun, sikap pemimpin yang selalu memerintah tetap dominan.

Sistem Konsultatif. Kondisi lingkungan kerja pada sistem ini dicirikan adanya pola komunikasi dua arah antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin dalam menerapkan kepemimpinannya cenderung lebih bersifat menudukung. Selain itu sistem kepemimpinan ini juga tergambar pada pola penetapan target atau sasaran organisasi yang cenderung bersifat konsultatif dan memungkinkan diberikannya wewenang pada bawahan pada tingkatan tertentu.

Sistem Partisipatif. Pada sistem ini, pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang lebih menekankan pada kerja kelompok sampai di tingkat bawah. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemimpin biasanya menunjukkan keterbukaan dan memberikan kepercayaan yang tinggi pada bawahan. Sehingga dalam proses pengambilan keputusan dan penentuan target pemimpin selalu melibatkan bawahan. Dalam sistem inipun, pola komunikasi yang terjadi adalah pola dua arah dengan memberikan kebebasan kepada bawahan untuk mengungkapkan seluruh ide ataupun permasalahannya yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan.

Dengan demikian, model kepemimpinan yang disampaikan oleh Likert ini pada dasarnya merupakan pengembangan dari model-model yang dikembangkan oleh Universitasi Ohio, yaitu dari sudut pandang struktur inisasi dan konsiderasi.

Model Kepemimpinan Managerial Grid. Jika dalam model Ohio, kepemimpinan ditinjau dari sisi struktur inisiasi dan konsideransinya, maka dalam model manajerial grid yang disampaikan oleh Blake dan Mouton dalam Robbins (1996) memperkenalkan model kepemimpinan yang ditinjau dari perhatiannya terhadap tugas dan perhatian pada orang. Kedua sisi tinjauan model kepemimpinan ini kemudian diformulasikan dalam tingkatan-tingkatan, yaitu antara 0 sampai dengan 9. Dalam pemikiran modelmanagerial grid adalah seorang pemimpin selain harus lebih memikirkan mengenai tugas-tugas yang akan dicapainya juga dituntut untuk memiliki orientasi yang baik terhadap hubungan kerja dengan manusia sebagai bawahannya. Artinya bahwa seorang pemimpin tidak dapat hanya memikirkan pencapaian tugas saja tanpa memperhitungkan faktor hubungan dengan bawahannya, sehingga seorang pemimpin dalam mengambil suatu sikap terhadap tugas, kebijakan-kebijakan yang harus diambil, proses dan prosedur penyelesaian tugas, maka saat itu juga pemimpin harus memperhatikan pola hubungan dengan staf atau bawahannya secara baik. Menurut Blake dan Mouton ini, kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi empat kecenderungan yang ekstrim dan satu kecenderungan yang terletak di tengah-tengah keempat gaya ekstrim tersebut. Gaya kepemimpinan tersebut adalah : (Lihat Gambar 3)

Grid 1.1 disebut Impoverished leadership (Model Kepemimpinan yang Tandus), dalam kepemimpinan ini si pemimpin selalu menghidar dari segala bentuk tanggung jawab dan perhatian terhadap bawahannya.

Grid 9.9 disebut Team leadership (Model Kepemimpinan Tim), pimpinan menaruh perhatian besar terhadap hasil maupun hubungan kerja, sehingga mendorong bawahan untuk berfikir dan bekerja (bertugas) serta terciptanya hubungan yang serasi antara pimpinan dan bawahan.

Grid 1.9 disebut Country Club leadership (Model Kepemimpinan Perkumpulan), pimpinan lebih mementingkan hubungan kerja atau kepentingan bawahan, sehingga hasil/tugas kurang diperhatikan.

Grid 9.1 disebut Task leadership (Model Kepemimpinan Tugas), kepemimpinan ini bersifat otoriter karena sangat mementingkan tugas/hasil dan bawahan dianggap tidak penting karena sewaktu-waktu dapat diganti.

Grid 5.5 disebut Middle of the road (Model Kepemimpinan Jalan Tengah), di mana si pemimpin cukup memperhatikan dan mempertahankan serta menyeimbangkan antara moral bawahan dengan keharusan penyelesaian pekerjaan pada tingkat yang memuaskan, di mana hubungan antara pimpinan dan bawahan bersifat kebapakan.

Berdasakan uraian di atas, pada dasarnya model kepemimpinan manajerial grid ini relatif lebih rinci dalam menggambarkan kecenderungan kepemimpinan. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwasanya model ini merupakan pandangan yang berawal dari pemikiran yang relatif sama dengan model sebelumnya, yaitu seberapa otokratis dan demokratisnya kepemimpinan dari sudut pandang perhatiannya pada orang dan tugas.

Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan kontingensi dikembang-kan oleh Fielder. Fielder dalam Gibson, Ivancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin bekerja. Menurut model kepemimpinan ini, terdapat tiga variabel utama yang cenderung menentukan apakah situasi menguntukang bagi pemimpin atau tidak. Ketiga variabel utama tersebut adalah : hubungan pribadi pemimpin dengan para anggota kelompok (hubungan pemimpin-anggota); kadar struktur tugas yang ditugaskan kepada kelompok untuk dilaksanakan (struktur tugas); dan kekuasaan dan kewenangan posisi yang dimiliki (kuasa posisi).

Berdasar ketiga variabel utama tersebut, Fiedler menyimpulkan bahwa : para pemimpin yang berorientasi pada tugas cenderung berprestasi terbaik dalam situasi kelompok yang sangat menguntungkan maupun tidak menguntungkan sekalipun; para pemimpin yang berorientasi pada hubungan cenderung berprestasi terbaik dalam situasi-situasi yang cukup menguntungkan.

Dari kesimpulan model kepemimpinan tersebut, pendapat Fiedler cenderung kembali pada konsep kontinum perilaku pemimpin. Namun perbedaannya di sini adalah bahwa situasi yang cenderung menguntungkan dan yang cenderung tidak menguntungkan dipisahkan dalam dua kontinum yang berbeda. (Lihat Gambar 4).

Model Kepemimpinan Tiga Dimensi. Model kepemimpinan ini dikembangkan oleh Redin. Model tiga dimensi ini, pada dasarnya merupakan pengembangan dari model yang dikembangkan oleh Universitas Ohio dan model Managerial Grid. Perbedaan utama dari dua model ini adalah adanya penambahan satu dimensi pada model tiga dimensi, yaitu dimensi efektivitas, sedangkan dua dimensi lainnya yaitu dimensi perilaku hubungan dan dimensi perilaku tugas tetap sama.

Intisari dari model ini terletak pada pemikiran bahwa kepemimpinan dengan kombinasi perilaku hubungan dan perilaku tugas dapat saja sama, namun hal tersebut tidak menjamin memiliki efektivitas yang sama pula. Hal ini terjadi karena perbedaan kondisi lingkungan yang terjadi dan dihadapi oleh sosok pemimpin dengan kombinasi perilaku hubungan dan tugas yang sama tersebut memiliki perbedaan. Secara umum, dimensi efektivitas lingkungan terdiri dari dua bagian, yaitu dimensi lingkungan yang tidak efektif dan efektif. Masing-masing bagian dimensi lingkungan ini memiliki skala yang sama 1 sampai dengan 4, dimana untuk lingkungan tidak efektif skalanya bertanda negatif dan untuk lingkungan yang efektif skalanya bertanda positif. (Lihat Gambar 5).

  1. Teori Kepemimpinan.


Salah satu prestasi yang cukup menonjol dari sosiologi kepemimpinan modern adalah perkembangan dari teori peran (role theory). Dikemukakan, setiap anggota suatu masyarakat menempati status posisi tertentu, demikian juga halnya dengan individu diharapkan memainkan peran tertentu. Dengan demikian kepemimpinan dapat dipandang sebagai suatu aspek dalam diferensiasi peran. Ini berarti bahwa kepemimpinan dapat dikonsepsikan sebagai suatu interaksi antara individu dengan anggota kelompoknya.

Menurut kaidah, para pemimpin atau manajer adalah manusia-manusia super lebih daripada yang lain, kuat, gigih, dan tahu segala sesuatu (White, Hudgson & Crainer, 1997). Para pemimpin juga merupakan manusia-manusia yang jumlahnya sedikit, namun perannya dalam organisasi merupakan penentu keberhasilan dan suksesnya tujuan yang hendak dicapai. Berangkat dari ide-ide pemikiran, visi para pemimpin ditentukan arah perjalanan suatu organisasi. Walaupun bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dari tingkat kinerja organisasi, akan tetapi kenyataan membuktikan tanpa kehadiran pemimpin, suatu organisasi akan bersifat statis dan cenderung berjalan tanpa arah.

Dalam sejarah peradaban manusia, dikonstatir gerak hidup dan dinamika organisasi sedikit banyak tergantung pada sekelompok kecil manusia penyelenggara organisasi. Bahkan dapat dikatakan kemajuan umat manusia datangnya dari sejumlah kecil orang-orang istimewa yang tampil kedepan. Orang-orang ini adalah perintis, pelopor, ahli-ahli pikir, pencipta dan ahli organisasi. Sekelompok orang-orang istimewa inilah yang disebut pemimpin. Oleh karenanya kepemimpinan seorang merupakan kunci dari manajemen. Para pemimpin dalam menjalankan tugasnya tidak hanya bertanggungjawab kepada atasannya, pemilik, dan tercapainya tujuan organisasi, mereka juga bertanggungjawab terhadap masalah-masalah internal organisasi termasuk didalamnya tanggungjawab terhadap pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia. Secara eksternal, para pemimpin memiliki tanggungjawab sosial kemasyarakatan atau akuntabilitas publik.

Dari sisi teori kepemimpinan, pada dasarnya teori-teori kepemimpinan mencoba menerangkan dua hal yaitu, faktor-faktor yang terlibat dalam pemunculan kepemimpinan dan sifat dasar dari kepemimpinan. Penelitian tentang dua masalah ini lebih memuaskan daripada teorinya itu sendiri. Namun bagaimanapun teori-teori kepemimpinan cukup menarik, karena teori banyak membantu dalam mendefinisikan dan menentukan masalah-masalah penelitian. Dari penelusuran literatur tentang kepemimpinan, teori kepemimpinn banyak dipengaruhi oleh penelitian Galton (1879) tentang latar belakang dari orang-orang terkemuka yang mencoba menerangkan kepemimpinan berdasarkan warisan. Beberapa penelitian lanjutan, mengemukakan individu-individu dalam setiap masyarakat memiliki tingkatan yang berbeda dalam inteligensi, energi, dan kekuatan moral serta mereka selalu dipimpin oleh individu yang benar-benar superior.

Perkembangan selanjutnya, beberapa ahli teori mengembangkan pandangan kemunculan pemimpin besar adalah hasil dari waktu, tempat dan situasi sesaat. Dua hipotesis yang dikembangkan tentang kepemimpinan, yaitu ; (1) kualitas pemimpin dan kepemimpinan yang tergantung kepada situasi kelompok, dan (2), kualitas individu dalam mengatasi situasi sesaat merupakan hasil kepemimpinan terdahulu yang berhasil dalam mengatasi situasi yang sama (Hocking & Boggardus, 1994).

Dua teori yaitu Teori Orang-Orang Terkemuka dan Teori Situasional, berusaha menerangkan kepemimpinan sebagai efek dari kekuatan tunggal. Efek interaktif antara faktor individu dengan faktor situasi tampaknya kurang mendapat perhatian. Untuk itu, penelitian tentang kepemimpinan harus juga termasuk ; (1) sifat-sifat efektif, intelektual dan tindakan individu, dan (2) kondisi khusus individu didalam pelaksanaannya. Pendapat lain mengemukakan, untuk mengerti kepemimpinan perhatian harus diarahkan kepada (1) sifat dan motif pemimpin sebagai manusia biasa, (2) membayangkan bahwa terdapat sekelompok orang yang dia pimpin dan motifnya mengikuti dia, (3) penampilan peran harus dimainkan sebagai pemimpin, dan (4) kaitan kelembagaan melibatkan dia dan pengikutnya (Hocking & Boggardus, 1994).

Beberapa pendapat tersebut, apabila diperhatikan dapat dikategorikan sebagai teori kepemimpinan dengan sudut pandang “Personal-Situasional”. Hal ini disebabkan, pandangannya tidak hanya pada masalah situasi yang ada, tetapi juga dilihat interaksi antar individu maupun antar pimpinan dengan kelompoknya. Teori kepemimpinan yang dikembangkan mengikuti tiga teori diatas, adalah Teori Interaksi Harapan. Teori ini mengembangkan tentang peran kepemimpinan dengan menggunakan tiga variabel dasar yaitu; tindakan, interaksi, dan sentimen. Asumsinya, bahwa peningkatan frekuensi interaksi dan partisipasi sangat berkaitan dengan peningkatan sentimen atau perasaan senang dan kejelasan dari norma kelompok. Semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok, maka aktivitasnya semakin sesuai dengan norma kelompok, interaksinya semakin meluas, dan banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi.

Pada tahun 1957 Stogdill mengembangkan Teori Harapan-Reinforcement untuk mencapai peran. Dikemukakan, interaksi antar anggota dalam pelaksanaan tugas akan lebih menguatkan harapan untuk tetap berinteraksi. Jadi, peran individu ditentukan oleh harapan bersama yang dikaitkan dengan penampilan dan interaksi yang dilakukan. Kemudian dikemukakan, inti kepemimpinan dapat dilihat dari usaha anggota untuk merubah motivasi anggota lain agar perilakunya ikut berubah. Motivasi dirubah dengan melalui perubahan harapan tentang hadiah dan hukuman. Perubahan tingkahlaku anggota kelompok yang terjadi, dimaksudkan untuk mendapatkan hadiah atas kinerjanya. Dengan demikian, nilai seorang pemimpin atau manajer tergantung dari kemampuannya menciptakan harapan akan pujian atau hadiah.

Atas dasar teori diatas, House pada tahun 1970 mengembangkan Teori Kepemimpinan yang Motivasional. Fungsi motivasi menurut teori ini untuk meningkatkan asosiasi antara cara-cara tertentu yang bernilai positif dalam mencapai tujuan dengan tingkahlaku yang diharapkan dan meningkatkan penghargaan bawahan akan pekerjaan yang mengarah pada tujuan. Pada tahun yang sama Fiedlermengembangkan Teori Kepemimpinan yang Efektif. Dikemukakan, efektivitas pola tingkahlaku pemimpin tergantung dari hasil yang ditentukan oleh situasi tertentu. Pemimpin yang memiliki orientasi kerja cenderung lebih efektif dalam berbagai situasi. Semakin sosiabel interaksi kesesuaian pemimpin, tingkat efektivitas kepemim-pinan makin tinggi.

Teori kepemimpinan berikutnya adalah Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu; (1), kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya, (2), organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan, dan (3), interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).

Teori kepemimpinan lain, yang perlu dikemukakan adalah Teori Perilaku Kepemimpinan. Teori ini menekankan pada apa yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Dikemukakan, terdapat perilaku yang membedakan pemimpin dari yang bukan pemimpin. Jika suatu penelitian berhasil menemukan perilaku khas yang menunjukkan keberhasilan seorang pemimpin, maka implikasinya ialah seseorang pada dasarnya dapat dididik dan dilatih untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif. Teori ini sekaligus menjawab pendapat, pemimpin itu ada bukan hanya dilahirkan untuk menjadi pemimpin tetapi juga dapat muncul sebagai hasil dari suatu proses belajar.

Selain teori-teori kepemimpinan yang telah dikemukakan, dalam perkembangan yang akhir-akhir ini mendapat perhatian para pakar maupun praktisi adalah dua pola dasar interaksi antara pemimpin dan pengikut yaitu pola kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional. Kedua pola kepemimpinan tersebut, adalah berdasarkan pendapat seorang ilmuwan di bidang politik yang bernama James McGregor Burns (1978) dalam bukunya yang berjudul “Leadership”. Selanjutnya Bass (1985) meneliti dan mengkaji lebih dalam mengenai kedua pola kepemimpinan dan kemudian mengumumkan secara resmi sebagai teori, lengkap dengan model dan pengukurannya.

3. Kompetensi Kepemimpinan


Suatu persyaratan penting bagi efektivitas atau kesuksesan pemimpin (kepemimpinan) dan manajer (manajemen) dalam mengemban peran, tugas, fungsi, atau pun tanggung jawabnya masing-masing adalah kompetensi. Konsep mengenai kompetensi untuk pertamakalinya dipopulerkan oleh Boyatzis (1982) yang didefinisikan kompetensi sebagai “kemampuan yang dimiliki seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan organisasi dan memberikan hasil yang diinginkan”. Secara historis perkembangan kompetensi dapat dilihat dari beberapa definisi kompetensi terpilih dari waktu ke waktu yang dikembangkan oleh Burgoyne (1988), Woodruffe (1990), Spencer dan kawan-kawan (1990), Furnham (1990) dan Murphy (1993).

Menurut Rotwell, kompetensi adalah an area of knowledge or skill that is critical for production ke outputs. Lebih lanjut Rotwell menuliskan bahwa competencies area internal capabilities that people brings to their jobcapabilities which may be expressed in a broad, even infinite array of on the job behaviour. Spencer (1993) berpendapat, kompetensi adalah “… an undderlying characteristicof an individual that is causally related to criterion referenced effective and/or superior performance in ajob or situation”. Senada dengan itu Zwell (2000) berpendapat “Competencies can be defined as the enduring traits and characteristics that determine performance. Examples of competencies are initiative, influence, teamwork, innovation, and strategic thinking”.

Beberapa pandangan di atas mengindikasikan bahwa kompetensi merupakan karakteristik atau kepribadian (traits) individual yang bersifat permanen yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Selain traits dari Spencer dan Zwell tersebut, terdapat karakteristik kompetensi lainnya, yatu berupamotives, self koncept (Spencer, 1993), knowledge, dan skill ( Spencer, 1993; Rothwell and Kazanas, 1993). Menurut review Asropi (2002), berbagai kompetensi tersebut mengandung makna sebagai berikut : Traits merunjuk pada ciri bawaan yang bersifat fisik dan tanggapan yang konsisten terhadap berbagai situasi atau informasi. Motives adalah sesuatu yang selalu dipikirkan atau diinginkan seseorang, yang dapat mengarahkan, mendorong, atau menyebabkan orang melakukan suatu tindakan. Motivasi dapat mengarahkan seseorang untuk menetapkan tindakan-tindakan yang memastikan dirinya mencapai tujuan yang diharapkan (Amstrong, 1990). Self concept adalah sikap, nilai, atau citra yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri; yang memberikan keyakinan pada seseorang siapa dirinya. Knowledge adalah informasi yang dimilki seseorang dalam suatu bidang tertentu. Skill adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas tertentu, baik mental atau pun fisik.

Berbeda dengan keempat karakteristik kompetensi lainnya yang bersifat intention dalam diri individu, skill bersifat action. Menurut Spencer (1993), skill menjelma sebagai perilaku yang di dalamnya terdapat motives, traits, self concept, dan knowledge.

Dalam pada itu, menurut Spencer (1993) dan Kazanas (1993) terdapat kompetensi kepemimpinan secara umum yang dapat berlaku atau dipilah menurut jenjang, fungsi, atau bidang, yaitu kompetensi berupa : result orientation, influence, initiative, flexibility, concern for quality, technical expertise, analytical thinking, conceptual thinking, team work, service orientation, interpersonal awareness, relationship building, cross cultural sensitivity, strategic thinking, entrepreneurial orientation, building organizational commitment, dan empowering others, develiping others. Kompetensi-kompetensi tersebut pada umumnya merupakan kompetensi jabatan manajerial yang diperlukan hampir dalam semua posisi manajerial.

Ke 18 kompetensi yang diidentifikasi Spencer dan Kazanas tersebut dapat diturunkan ke dalam jenjang kepemimpinan berikut : pimpinan puncak, pimpinan menengah, dan pimpinan pengendali operasi teknis (supervisor). Kompetensi pada pimpinan puncak adalah result (achievement) orientation, relationship building, initiative, influence, strategic thinking, building organizational commitment, entrepreneurial orientation, empowering others, developing others, dan felexibilty. Adapun kompetensipada tingkat pimpinan menengah lebih berfokus pada influence, result (achievement) orientation, team work, analitycal thinking, initiative, empowering others, developing others, conceptual thingking, relationship building, service orientation, interpersomal awareness, cross cultural sensitivity, dantechnical expertise. Sedangkan pada tingkatan supervisor kompetensi kepemimpinannya lebih befokus pada technical expertise, developing others, empowering others, interpersonal understanding, service orientation, building organzational commitment, concern for order, influence, felexibilty, relatiuonship building, result (achievement) orientation, team work, dan cross cultural sensitivity.

Dalam hubungan ini Kouzes dan Posner 1995) meyakini bahwa suatu kinerja yang memiliki kualitas unggul berupa barang atau pun jasa, hanya dapat dihasilkan oleh para pemimpin yang memiliki kualitas prima. Dikemukakan, kualitas kepemimpinan manajerial adalah suatu cara hidup yang dihasilkan dari “mutu pribadi total” ditambah “kendali mutu total” ditambah “mutu kepemimpinan”. Berdasarkan penelitiannya, ditemukan bahwa terdapat 5 (lima) praktek mendasar pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan unggul, yaitu; (1) pemimpin yang menantang proses, (2) memberikan inspirasi wawasan bersama, (3) memungkinkan orang lain dapat bertindak dan berpartisipasi, (4) mampu menjadi penunjuk jalan, dan (5) memotivasi bawahan.

Adapun ciri khas manajer yang dikagumi sehingga para bawahan bersedia mengikuti perilakunya adalah, apabila manajer memiliki sifat jujur, memandang masa depan, memberikan inspirasi, dan memiliki kecakapan teknikal maupun manajerial. Sedangkan Burwash (1996) dalam hubungannya dengan kualitas kepemimpinan manajer mengemukakan, kunci dari kualitas kepemimpinan yang unggul adalah kepemimpinan yang memiliki paling tidak 8 sampai dengan 9 dari 25 kualitas kepemimpinan yang terbaik. Dinyatakan, pemimpin yang berkualitas tidak puas dengan “status quo” dan memiliki keinginan untuk terus mengembangkan dirinya. Beberapa kriteria kualitas kepemimpinan manajer yang baik antara lain, memiliki komitmen organisasional yang kuat, visionary, disiplin diri yang tinggi, tidak melakukan kesalahan yang sama, antusias, berwawasan luas, kemampuan komunikasi yang tinggi, manajemen waktu, mampu menangani setiap tekanan, mampu sebagai pendidik atau guru bagi bawahannya, empati, berpikir positif, memiliki dasar spiritual yang kuat, dan selalu siap melayani.

Dalam pada itu, Warren Bennis (1991) juga mengemukakan bahwa peran kepemimpinan adalah“empowering the collective effort of the organization toward meaningful goals” dengan indikator keberhasilan sebagai berikut : People feel important; Learning and competence are reinforced; People feel they part of the organization; dan Work is viewed as excisting, stimulating, and enjoyable.Sementara itu, Soetjipto Wirosardjono (1993) menandai kualifikasi kepemimpinan berikut, “kepemimpinan yang kita kehendaki adalah kepemimpinan yang secara sejati memancarkan wibawa, karena memiliki komitmen, kredibilitas, dan integritas”.

Sebelum itu, Bennis bersama Burt Nanus (1985) mengidentifikasi bentuk kompetensi kepemimpinan berupa “the ability to manage” dalam empat hal : attention (= vision), meaning (= communication), trust (= emotional glue), and self (= commitment, willingness to take risk). Kemudian pada tahun 1997, keempat konsep tersebut diubah menjadi the new rules of leradership berupa (a) Provide direction and meaning, a sense of purpose; (b) Generate and sustain trust, creating authentic relationships; (c) Display a bias towards action, risk taking and curiosity; dan (d) Are purveyors of hope, optimism and a psychological resilience that expects success (lihat Karol Kennedy, 1998; p.32).

Bagi Rossbeth Moss Kanter (1994), dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin terasa kompleks dan akan berkembang semakin dinamik, diperlukan kompetensi kepemimpinan berupaconception yang tepat, competency yang cukup, connection yang luas, dan confidence.

Tokoh lainnya adalah Ken Shelton (ed, 1997) mengidentikasi kompetensi dalam nuansa lain., menurut hubungan pemimpin dan pengikut, dan jiwa kepemimpinan. Dalam hubungan pemimpin dan pengikut, ia menekankan bagaimana keduanya sebaiknya berinterkasi. Fenomena ini menurut Pace memerlukan kualitas kepemimpinan yang tidak mementingkan diri sendiri. Selain itu, menurut Carleff pemimpin dan pengikut merupak dua sisi dari proses yang sama. Dalam hubungan jiwa kepemimpinan, sejumlah pengamat memasuki wilayah “spiritual”. Rangkaian kualitas lain yang mewarnainya antara lain adalah hati, jiwa, dan moral. Bardwick menyatakan bahwa kepemimpinan bukanlah masalah intelektual atau pengenalan, melainkan masalah emosional. Sedangkan Bell berpikiran bahwa pembimbing yang benar tidak selamanya merupakan mahluk rasional. Mereka seringkali adalah pencari nyala api.

Sumber :

http://aparaturnegara.bappenas.go.id/data/Kajian/Kajian-2003/Dimensi%

COMMENTS

#2ndHITRIBA 24 Januari 2019

Arsip Berita

Labels

Entrepreneurship (188) Curhat (182) Belajar Islam (137) World Wide Web (101) Free Open Source Software (FOSS) (87) SISFO STISI Telkom (SISITI) (87) Free to use (75) TKJ (68) ESQ (67) TIK (51) Information Technology (49) Mix (36) ClearOS (27) Website (26) Leadership amp; Enterpreneurship (22) Iseng (21) Pemeringkatan Institusi (21) Backlink (19) rss (18) backlinks (16) web (15) Webometrics (14) ubuntu (14) SEO (13) Ubuntu Family (13) repository (13) Open Source (12) submission (12) Blog (11) Telkom (11) cos 6 (11) kepemimpinan (11) Kunci Sukses Merintis Bisnis (10) STISI (10) STISI Telkom (10) folder (9) laporan (9) marketing (9) Mechanical Electrical (8) RedHat Family (8) bisnis (8) digital (8) foss (8) islam (8) motivasi (8) opensource (8) pemimpin (8) repositories (8) sungai (8) training (8) ICT (7) Orang (7) cisco (7) ebook (7) indonesia (7) wanita (7) Orang Bodoh Vs Orang Pinter (6) doa (6) google+ (6) jilbab (6) leadership (6) linux (6) mut'ah (6) reports (6) surga (6) tools (6) url (6) Alumni SMPN 28 Bandung Angkatan 95 (5) Arti Syukur (5) Arus Kiri-Kanan Ekonomi Syariah (5) Bahasa jurnalistik yang tidak mendidik dan tidak sesuai pengunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (5) Berjuanglah Karena Allah (5) Bila Jodoh Tak Kunjung Tiba (5) Bing Menyalin Hasil Pencarian Google (5) Blog STISI Telkom (5) Bodoh (5) CIA (5) Cara Jitu Kendalikan "Bad Mood" (5) DCI (5) Dalam dunia Open Source bisa dihargai mahal bukan karena software lebih keren tapi karena support dan servicenya (5) Data Dukung Untuk Proses Pengadaan (5) Dear SBY tersayang (5) Doktor dari AlAzhar Pajak Hari Ini Bertentangan dengan Islam (5) Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia (5) E Learning 2 Model Baru Belajar Online (5) Easy Picture Resize in Ubuntu (5) FOSS ELearning Authoring Toolkit (5) FOSS Online Library Aplication (5) Gerhana Matahari Dan Bulan (5) Grub Menu Burg on Ubuntu (5) Haram Mengkafirkan Sesama Muslim (5) Harga perangkat komputer naik? (5) Haruskah Resign saat merintis bisnis (5) Hepatology (5) Hindari Cekikan Musim Berbunga (5) Home SSL Secures Socket Layer (5) IGOS berbasis Fedora edit setelah instalasi IGOS (5) Install Ailurus di Ubuntu (5) Install Cinnamon On Fedora (5) Inteligensi Positif (5) Internet Gateway dengan Fedora (5) Irak (5) Janji Laba Kebun Emas (5) Karakter Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Entrepreneur (5) Kebijakan Pengembangan E learning (5) Keindahan Akhlaq dan Sifat Rosulullah (5) Keistimewaan WANITA didalam Islam (5) Kenali Gaya Kerja Anda (5) Kerja atau Bisnis (5) Kesehatan (5) Khawatir akan jodoh (5) Komplain speedy (5) Konferensi Nasional ICT Management (5) Konfigurasi NTP Server di Fedora (5) Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami (5) Letter for Adnan Buyung Nasution (5) Linux dengan tampilan windows xp berjalan sangat mulus di ubuntu 11 dan Fedora Fusion 14 (5) Live Logs Viewer (5) Maaf Aku Tak Kan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun (5) Melatih Bayi Mandiri (5) Membuat radio online sendiri (5) Mempelajari Organisasi (5) Memulai Usaha Kuliner (5) Memulai dari bawah (5) Menambah Repo Tim Burgess Di Clearos (5) Mengelola Qalbu Dari Qalbu Menuju Profesionalisme (5) Menghitung Keuntungan Ekonomi Cloud Computing (5) Menghormati Jenazah Orang Mati (5) Mengidap Pluralisme Agama Pertanda Rusak Akalnya (5) Meningkatkan kemanan ClearOS Server (5) Menyikapi Ajakan Kemusyrikan Obama di Istiqlal (5) Messenger Chat multi account (5) Mintalah didoakan oleh ibu (5) Muhasabah Cinta (5) Nikah Siri dan Nikah Mut ah (5) OJS (5) ORANG ISLAM WAJIB BERUSAHA MENJADI KAYA (5) Open Journal System (5) PLTN Why Not (5) Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Blog Institusi (5) Pekerjaan Rumah untuk SiX it any list customer (5) Pelatihan (5) Penambahan Nilai Barang Inventaris (5) Penciptaan Manusia (5) Pendidikan (5) Pengambilan Nama dan artinya Davian Sammy Alfarizqi bin Hilfan Soeltansyah (5) Pengetahuan dasar Hosting (5) Penjaminan Dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia (5) Peralatan Uji Jaringan Komputer (5) Perawatan Sistem dan Jaringan Komputer (5) Perpustakaan Digital dan Pengelolaanya (5) Perubahan Pengelolaan Nama Domain (5) Pinter (5) Pria Menikah Lebih Mapan dari Pria Lajang (5) Proposal (5) Proposal Pelatihan Blog STISI Telkom (5) Rahasia Menjadi Pengusaha (5) Ramuan ajaib jadi kaya (5) Ridzki Setelah Nikah (5) Riung Gede Permai (5) Sebelum Terlambat Jalankan Wirausaha Walaupun Anda Seorang Karyawan (5) Sepenggal Kisah Bung Karno pasca huru hara 1965 (5) Setting ClearOS untuk warnet yang menggunakan Microsoft Windows (5) Setting grub fedora agar kembali ke ubuntu (5) Sikap Amerika (5) Simbol Dua Jari untuk Swear Sumpah (5) Simpan Data Gratis di Internet (5) Software Open Source Bisa Hemat Miliaran Rupiah (5) Strategi Marketing (5) Strategi Memasarkan Produk (5) Strategi Pengembangan dan Implementasi e Learning di Perguruan Tinggi (5) Subnetting (5) Surat terbuka kepada para pendidik bidang TI Indonesia ( by I Made Wiryana ) (5) Tabir Pernikahan (5) Tata Cara Shalat Gerhana (5) Tenyata nasi berbahaya untuk kesehatan (5) The Dude aplikasi untuk monitoring jaringan (5) Tips Memilih Hosting (5) Twitter Bisa Menginformasikan Email Anda Kepada Spammer (5) UEFI Secure Boot Impact on Linux (5) Ulil Fatwa dan Ahmadiyah (5) VPN Komunikasi Data Pribadi Tanpa Batas (5) WMD (5) Webometrics STISI Telkom (5) bulan (5) dunia (5) gerhana (5) global warming (5) inkscape (5) kotor (5) matahari (5) muCommander Aplikasi Alternatif pengganti WinSCP di Linux (5) multimedia (5) nikah (5) perempuan (5) perpustakaan (5) sejati (5) software (5) sukses (5) syariah (5) terminal (5) the best free and opensource games of the Linux land (5) walau Aku Ingat Ultahmu (5) Alumni SMA 23 Bandung Angkatan 98 (4) Buku (4) Enterpreneurship (4) Install BURG in Ubuntu Lucid (4) Install Nagios from repo Fedora Centos SL (4) Migrasi ke Linux Thailand Sukses Kurangi Ketergantungan Pada Microsoft (4) Monit Aplikasi Linux Untuk Menjaga Service Server Tetap Jalan (4) Rinso (4) Wordpress (4) bahan (4) bayi (4) cacti (4) cicahur (4) design web (4) directories (4) doi (4) e-book (4) file (4) good (4) google scholar (4) greenpeace (4) grow (4) guidelines (4) halaman (4) handle (4) html naming (4) important (4) institusi (4) institution (4) internet (4) istri (4) karya tulis ilmiah (4) kesalahan (4) kewirausahaan (4) kimia (4) kongres (4) management (4) network (4) padalarang (4) pagerank (4) pemeringkatan (4) pendidikkan (4) ranking (4) redhat (4) router (4) rupiah (4) sampah (4) smart way (4) terkotor (4) transparansi (4) warna (4) warni (4) webmaster (4) woorank (4) Info Akademik (3) Kecerdasan (3) Leadership amp; Managerial (3) bajakan (3) barat (3) berbayar (3) boros (3) emosi (3) fedora (3) hemat (3) iran (3) kerja (3) kompos (3) kuesioner (3) melayani (3) miliar (3) muslim (3) muslimah (3) organisasi (3) puasa (3) qualities (3) shalat (3) syiah (3) takakura (3) teori (3) zakat (3) Aset Yang Menggerogoti Kemakmuran Anda (2) COBIT (2) ClearOS 6.3 (2) Content (2) Couple Inspiring Proverbs (2) Desain (2) E-Learning (2) E-Marketing (2) Enterprise Architecture Planning (2) Fiqh (2) Fiqh Muamalah (2) Firewall (2) General Mechanical Electrical (2) GolPut (2) Heartbeat (2) JadwalKajianBandung (2) Jaminan Garansi Yang Haram (2) Kantor (2) Konflik (2) Kunci (2) Lampu (2) MUI (2) Masuk (2) Melatih Karyawan Mengelola Social Media (2) Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Selain Islam Maju (2) Mengenal (2) Merintis (2) Mewaspadai (2) Moodle (2) Muamalah (2) Nabi (2) Nikola Tesla (2) Office Tools (2) Panduan (2) Penyimpangan (2) Perbandingan Hasil Perolehan Webometrics YPT Group 26 Maret 2012 (2) Proxy (2) SISTEM (2) Sandrina Malakiano (2) Scimago Institution Ranking SIR 2011 (2) Search (2) Search Engine (2) Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin (2) Sholat Tasbih (2) Solar (2) Sumur (2) Week (2) application (2) audio (2) aurat (2) bahasa (2) bahaya (2) based (2) bawahan (2) bidadari (2) bing (2) bola (2) bos (2) build (2) buka (2) cara (2) centos (2) crystal (2) definisi (2) efektifitas (2) efektivitas (2) enhanced Telecom Operations Map (2) exchange (2) feed (2) fisika (2) google docs (2) gratis (2) haid (2) herzberg (2) hikmah (2) ilmu (2) karyawan (2) kelahiran (2) keranjang (2) kesuksesan (2) kiat (2) kisah (2) kompetensi (2) komputer (2) kristal (2) lelaki (2) listrik (2) madu (2) malam (2) mandi (2) manusia (2) marah (2) mcclelland (2) membuat (2) mempertahankan (2) mendoakan (2) merokok (2) metrotv (2) microsoft (2) mutiah (2) pegawai (2) pemerintah (2) pengantin (2) penghuni (2) perangkat (2) php (2) plasma (2) remarkable (2) resapan (2) rokok (2) rumah (2) sains (2) sayur (2) shahih (2) strategi (2) suci (2) tanpa (2) tenang (2) tercinta (2) terlarang (2) tidur (2) traffic (2) tv (2) vektor (2) video (2) yahudi (2) zina (2) Appearance (1) Arab (1) Aryanto Mangundihardjo (1) Atasi (1) Austro (1) Autodetect (1) Background (1) Balance (1) Baron (1) Baron Magazine (1) Basic (1) Beasiswa (1) Belajar E-Business (1) Belajar Pemrograman (1) Belajar SEO (1) Bill Parker (1) Bobby Jones (1) Bot (1) Breaks (1) Bug (1) Business Process Framework (eTOM) (1) CBR250R (1) CEO (1) CIO (1) CSS (1) Cain and Abel (1) Calon Karyawan yang Dicari Perusahaan TI (1) Cara Mudah Daftar Google Adsense (1) Cara install monitorix (1) Checklist (1) Citibank (1) ClearOS 6 (1) Color (1) Community (1) Control (1) Convert (1) Crawl (1) Create (1) Cyber (1) Dahsyatnya (1) Deadline (1) Desain Interior (1) Document (1) Dosen (1) ECCT (1) EPrt (1) EQ (1) Eclipse (1) Eclipses (1) Edit Teks Dalam Putty (1) Edit Teks Menggunakan Vi Dalam Linux (1) Elegan (1) Embargo Itu Pil yang Menyehatkan (1) Emotional Quotient (1) Engine (1) English Communicative Competence Test (1) English Proficiency Test (1) Etika (1) FF Multi Converter (1) Files (1) Fine (1) Fokus Pada Keahlian Anda (1) Framework (1) Friendly (1) GNU (1) Gambaran Wanita Menggunakan Jilbab PUNUK ONTA (1) Golfer (1) Google Adwords (1) Google merubah Algoritma Pencarian (1) Guru (1) H Joko Widodo (1) H Jokowi (1) HDD (1) HTML (1) HWinfo Hardware Info (1) Handoko Joko Widodo (1) Heartbleed (1) Hiburan (1) Hosting (1) Hungarian (1) IQ (1) ISP (1) IT Governance (1) Ibu (1) Icon Network Manager Hilang Ubuntu (1) Ilmu Alam (1) Image (1) Import Wordpress ke Blogger (1) Incoming Connection (1) Information (1) Infrastructure (1) Insert (1) Install Gerix Wifi Crack di Ubuntu 10 (1) Intelligent Quotient (1) Istighfar (1) Italian (1) Jawab (1) Jim Geovedi (1) Jokowi (1) Kamboja (1) Kapal (1) Karya (1) Kedahsyatan (1) Kencan (1) Keren (1) Keyword (1) Keywords (1) Kismet (1) Kloxo (1) Kloxo-MR (1) Kondom (1) Korban (1) Kreativitas (1) Kriminal (1) Laa nabiyya ba'dahu (1) Light (1) Lingkungan hidup (1) Lunar (1) MQ (1) MR (1) MU (1) Majalah Baron (1) Masa Depan (1) Massimo Marchiori (1) Media (1) Memantau traffic dengan Sitemeter (1) Membandingkan Galaxy S III dengan iPhone 4S dan HTC One X (1) Membuat password yang benar (1) Memilih Kata Kunci Yang Berhasil Didalam Google AdWords (1) Memimpin (1) Memulai Pemrograman Android (1) Mencegah Facebook kena hack (1) Mengamankan (1) Mengenal Pemrograman Python (1) Menghadapi (1) Menjalankan Power Point 2007 di LINUX (1) Menulis Artikel yang baik menurut SEO (1) Menyelesaikan (1) Merawat Baterai Laptop (1) Moral Quotient (1) Multi User (1) NMAP (1) NST (1) Neraka (1) Nessus Remote Security Scanner (1) NetStumbler (1) Nobel (1) Nuh (1) OB (1) Objectives (1) Opacity (1) Open Files and Folders with Administrative Privileges in Nautilus Ubuntu File Manager (1) Open Journal Systems (1) OpenSSL (1) Optimalisasi (1) Optimasi Blog Baru (1) Otak kanan (1) Otak kiri (1) PS4 (1) Pacemaker (1) Panduan untuk Pengelola Jurnal (1) Panel (1) Panel Hosting (1) Panel Hosting Full (1) Pekerjaan (1) Pelaku (1) Pengalaman (1) Pengembangan Aplikasi Human Resources Development dan Payroll (1) Percantik Desktop Ubuntu dengan Conky (1) Perspective (1) Pertama (1) Pirate Bay (1) Port (1) Presentation (1) Program Python (1) Project Management (1) QS Stars (1) REDD (1) RGBA (1) ROKET AIR (1) Racun (1) Rajin (1) Related (1) Ridwan Kamil (1) Risma (1) SCImago Journal amp; Country Rank (1) SEO-Friendly (1) SERP (1) SMS (1) SQ (1) SSD (1) Said Bin Amir (1) Sales Amatir VS Sales Professional (1) Sby (1) Scimago Institution Ranking SIR Indicator (1) Search Enggine (1) Selasa (1) Seo Woothy (1) Seputar (1) Sholat (1) Sisanya Outsource-kan saja (1) Site (1) SiteMap (1) Smartphone (1) Software Akuntansi Laporan Keuangan (1) Spiritual (1) Spiritual Quotient (1) Steam Machine (1) SteamOS (1) Strategi Fungsional (1) Studi (1) Style (1) Subdirectory (1) Subdomain (1) SuperScan (1) Surabaya (1) Syrian (1) TKW (1) TOR (1) Tag (1) Tanya (1) Technology (1) Tel-U (1) Televisi (1) Template (1) Tentang IndonesiaTanpaJIL dari Ichanx (1) Terbaik (1) Term of Reference (1) Terpenting (1) Tesla (1) The Holistic Character Workshop Program (1) Think Big (1) Thomas Alfa Edison (1) Tips Mencari Backlink (1) Transparent (1) Truck (1) Uang Kertas Biang Krisis Ekonomi (1) Unit Pengelola Pemeringkat Institusi (1) Usability (1) VP (1) Venus VT18 on Ubuntu (1) WIG (1) WPAD (1) WebConfig (1) Webometric bulan juni 2012 STISI Telkom (1) What is Open Source (1) Wildly Important Goals (1) Wireshark (1) WiseMapping (1) Worldwide (1) Xbox One (1) Yahoo (1) Yugoslavia (1) approach (1) artis (1) artisteer (1) as (1) asing (1) astonaut (1) ayah (1) babi (1) badminton (1) baik (1) bandung (1) bandwidth (1) benci (1) beragama (1) berperan (1) bersahabat (1) bersih (1) besar (1) bidang (1) blocking (1) bodhi (1) bosses (1) buah (1) bulu tangkis (1) business (1) bypass (1) capacitor bank (1) captcha (1) cari (1) chairul tanjung (1) cicilan (1) ciri-ciri (1) company (1) crowdsourcing (1) daging (1) dakwah (1) dansguardian (1) denda (1) depan (1) describe (1) diaktifkan (1) dicari (1) dijauhi (1) disiplin (1) dkv (1) dolar (1) dvd (1) eXtplorer (1) empati (1) employees (1) enterprise (1) entrepreneurs (1) exceptional (1) exe (1) export (1) facebook (1) film (1) filosofi (1) filtering (1) foss grafis dot com (1) free (1) freeware (1) gagal (1) games (1) gangguan (1) gaya (1) gimp (1) give (1) golf (1) goole docs (1) graffiti (1) graphics (1) gtk (1) hacker (1) hak (1) hard (1) hasan (1) hati (1) holistik (1) hrd (1) human resources (1) hutan (1) hutang (1) ide (1) imam (1) imtaq (1) infrastruktur (1) instal monitoring monitorix clearos (1) install monitorix clearos 6.3 (1) interior (1) ip (1) ip address (1) iptek (1) jaringan islam liberal (1) jayapura (1) jenis (1) jepang (1) jil (1) jizyah (1) jual (1) judi (1) ka'bah (1) kabel (1) kaderisasi (1) kanan (1) karir (1) kartu (1) kata (1) kebebasan (1) keberhasilan (1) kebijakan (1) kecewa (1) kedisiplinan (1) keislaman (1) kekanan (1) kekayaan (1) kendalikan (1) kepahlawanan (1) kepentingan (1) kertas (1) keuangan (1) kewajiban (1) kinerja (1) kok (1) komentar (1) komunikasi (1) konsep (1) korupsi (1) koruptor (1) kredit (1) kriteria (1) kulit (1) laser (1) leader (1) library (1) like (1) likert (1) limitation (1) logo (1) mabuk (1) madoff (1) maintenance (1) makna (1) managers (1) masa (1) masjid (1) mastercard (1) mati (1) melemah (1) membesarkan (1) memegang (1) memulai (1) mengendalikan (1) menghitung (1) menguat (1) menulis (1) menyakiti (1) menyamping (1) merah (1) merge (1) messages (1) microsoft powerpoint (1) minimum (1) minyak (1) mlm (1) model (1) moral (1) motor (1) mountain (1) mudik (1) multiply (1) munafik (1) naik (1) narkoba (1) negeri (1) never (1) nilai (1) ntfs (1) nutirsi (1) olahan (1) omar (1) online (1) open (1) organisasional (1) paradigma (1) path (1) pekarangan (1) pemanasan (1) pembayaran (1) pembersih (1) pencari (1) pendiri (1) pengelola (1) pengelolaan (1) pengendalian (1) penguasa (1) pensiun (1) pentest (1) penting (1) penutup (1) performance (1) perkembangan (1) perluasan (1) perpus (1) pesimis (1) phpdom (1) phyton (1) pijar (1) pilih (1) pluralisme (1) pluralitas (1) pohon (1) ponzi (1) posisi (1) powerpoint (1) presentasi (1) prezi (1) purba (1) radius (1) rahasia (1) ramadhal (1) reason (1) reboisasi (1) recovery (1) redirect (1) registrasi (1) rensis likert (1) rosul (1) rosululloh (1) rumah kaca (1) samping (1) security (1) sedekah (1) sejarah (1) sekolah (1) seks (1) seni (1) serapah (1) serial (1) server (1) session (1) shuttle (1) situs (1) social networking (1) source (1) sozi (1) status (1) success (1) successful (1) sumpah (1) syirik (1) tanda (1) tarawih (1) tato (1) tcp (1) teknologi (1) terakhir (1) terima (1) tertua (1) tinggi (1) tipologi (1) tolak (1) tpcc (1) transaksional (1) transformasional (1) transported (1) tubuh (1) tukang (1) tumbal (1) turun (1) twitter (1) udp (1) ugm (1) umar (1) unik (1) unix (1) virtual host (1) virus (1) visa (1) visioner (1) vitamin (1) watak (1) webbased (1) windows (1) wizard (1) work (1) works (1) yourself (1) zorin (1)
Name

Alumni SMA 23 Bandung Angkatan 98,4,Alumni SMPN 28 Bandung Angkatan 95,5,Appearance,1,application,2,approach,1,Arab,1,Arti Syukur,5,artis,1,artisteer,1,Arus Kiri-Kanan Ekonomi Syariah,5,Aryanto Mangundihardjo,1,as,1,Aset Yang Menggerogoti Kemakmuran Anda,2,asing,1,astonaut,1,Atasi,1,audio,2,aurat,2,Austro,1,Autodetect,1,ayah,1,babi,1,Background,1,Backlink,19,backlinks,16,badminton,1,bahan,4,bahasa,2,Bahasa jurnalistik yang tidak mendidik dan tidak sesuai pengunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar,5,bahaya,2,baik,1,bajakan,3,Balance,1,bandung,1,bandwidth,1,barat,3,Baron,1,Baron Magazine,1,based,2,Basic,1,bawahan,2,bayi,4,Beasiswa,1,Belajar E-Business,1,Belajar Islam,137,Belajar Pemrograman,1,Belajar SEO,1,benci,1,beragama,1,berbayar,3,Berjuanglah Karena Allah,5,berperan,1,bersahabat,1,bersih,1,besar,1,bidadari,2,bidang,1,Bila Jodoh Tak Kunjung Tiba,5,Bill Parker,1,bing,2,Bing Menyalin Hasil Pencarian Google,5,bisnis,8,blocking,1,Blog,11,Blog STISI Telkom,5,Bobby Jones,1,bodhi,1,Bodoh,5,bola,2,boros,3,bos,2,bosses,1,Bot,1,Breaks,1,buah,1,Bug,1,build,2,buka,2,Buku,4,bulan,5,bulu tangkis,1,business,1,Business Process Framework (eTOM),1,bypass,1,cacti,4,Cain and Abel,1,Calon Karyawan yang Dicari Perusahaan TI,1,capacitor bank,1,captcha,1,cara,2,Cara install monitorix,1,Cara Jitu Kendalikan "Bad Mood",5,Cara Mudah Daftar Google Adsense,1,cari,1,CBR250R,1,centos,2,CEO,1,chairul tanjung,1,Checklist,1,CIA,5,cicahur,4,cicilan,1,CIO,1,ciri-ciri,1,cisco,7,Citibank,1,ClearOS,27,ClearOS 6,1,ClearOS 6.3,2,COBIT,2,Color,1,Community,1,company,1,Content,2,Control,1,Convert,1,cos 6,11,Couple Inspiring Proverbs,2,Crawl,1,Create,1,crowdsourcing,1,crystal,2,CSS,1,Curhat,182,Cyber,1,daging,1,Dahsyatnya,1,dakwah,1,Dalam dunia Open Source bisa dihargai mahal bukan karena software lebih keren tapi karena support dan servicenya,5,dansguardian,1,Data Dukung Untuk Proses Pengadaan,5,DCI,5,Deadline,1,Dear SBY tersayang,5,definisi,2,denda,1,depan,1,Desain,2,Desain Interior,1,describe,1,design web,4,diaktifkan,1,dicari,1,digital,8,dijauhi,1,directories,4,disiplin,1,dkv,1,doa,6,Document,1,doi,4,Doktor dari AlAzhar Pajak Hari Ini Bertentangan dengan Islam,5,dolar,1,Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia,5,Dosen,1,dunia,5,dvd,1,E Learning 2 Model Baru Belajar Online,5,e-book,4,E-Learning,2,E-Marketing,2,Easy Picture Resize in Ubuntu,5,ebook,7,ECCT,1,Eclipse,1,Eclipses,1,Edit Teks Dalam Putty,1,Edit Teks Menggunakan Vi Dalam Linux,1,efektifitas,2,efektivitas,2,Elegan,1,Embargo Itu Pil yang Menyehatkan,1,emosi,3,Emotional Quotient,1,empati,1,employees,1,Engine,1,English Communicative Competence Test,1,English Proficiency Test,1,enhanced Telecom Operations Map,2,Enterpreneurship,4,enterprise,1,Enterprise Architecture Planning,2,entrepreneurs,1,Entrepreneurship,188,EPrt,1,EQ,1,ESQ,67,Etika,1,exceptional,1,exchange,2,exe,1,export,1,eXtplorer,1,facebook,1,fedora,3,feed,2,FF Multi Converter,1,file,4,Files,1,film,1,filosofi,1,filtering,1,Fine,1,Fiqh,2,Fiqh Muamalah,2,Firewall,2,fisika,2,Fokus Pada Keahlian Anda,1,folder,9,foss,8,FOSS ELearning Authoring Toolkit,5,foss grafis dot com,1,FOSS Online Library Aplication,5,Framework,1,free,1,Free Open Source Software (FOSS),87,Free to use,75,freeware,1,Friendly,1,gagal,1,Gambaran Wanita Menggunakan Jilbab PUNUK ONTA,1,games,1,gangguan,1,gaya,1,General Mechanical Electrical,2,gerhana,5,Gerhana Matahari Dan Bulan,5,gimp,1,give,1,global warming,5,GNU,1,golf,1,Golfer,1,GolPut,2,good,4,Google Adwords,1,google docs,2,Google merubah Algoritma Pencarian,1,google scholar,4,google+,6,goole docs,1,graffiti,1,graphics,1,gratis,2,greenpeace,4,grow,4,Grub Menu Burg on Ubuntu,5,gtk,1,guidelines,4,Guru,1,H Joko Widodo,1,H Jokowi,1,hacker,1,haid,2,hak,1,halaman,4,handle,4,Handoko Joko Widodo,1,Haram Mengkafirkan Sesama Muslim,5,hard,1,Harga perangkat komputer naik?,5,Haruskah Resign saat merintis bisnis,5,hasan,1,hati,1,HDD,1,Heartbeat,2,Heartbleed,1,hemat,3,Hepatology,5,herzberg,2,Hiburan,1,hikmah,2,Hindari Cekikan Musim Berbunga,5,holistik,1,Home SSL Secures Socket Layer,5,Hosting,1,hrd,1,HTML,1,html naming,4,human resources,1,Hungarian,1,hutan,1,hutang,1,HWinfo Hardware Info,1,Ibu,1,Icon Network Manager Hilang Ubuntu,1,ICT,7,ide,1,IGOS berbasis Fedora edit setelah instalasi IGOS,5,ilmu,2,Ilmu Alam,1,Image,1,imam,1,Import Wordpress ke Blogger,1,important,4,imtaq,1,Incoming Connection,1,indonesia,7,Info Akademik,3,Information,1,Information Technology,49,Infrastructure,1,infrastruktur,1,inkscape,5,Insert,1,instal monitoring monitorix clearos,1,Install Ailurus di Ubuntu,5,Install BURG in Ubuntu Lucid,4,Install Cinnamon On Fedora,5,Install Gerix Wifi Crack di Ubuntu 10,1,install monitorix clearos 6.3,1,Install Nagios from repo Fedora Centos SL,4,institusi,4,institution,4,Inteligensi Positif,5,Intelligent Quotient,1,interior,1,internet,4,Internet Gateway dengan Fedora,5,ip,1,ip address,1,iptek,1,IQ,1,Irak,5,iran,3,Iseng,21,islam,8,ISP,1,Istighfar,1,istri,4,IT Governance,1,Italian,1,JadwalKajianBandung,2,Jaminan Garansi Yang Haram,2,Janji Laba Kebun Emas,5,jaringan islam liberal,1,Jawab,1,jayapura,1,jenis,1,jepang,1,jil,1,jilbab,6,Jim Geovedi,1,jizyah,1,Jokowi,1,jual,1,judi,1,ka'bah,1,kabel,1,kaderisasi,1,Kamboja,1,kanan,1,Kantor,2,Kapal,1,Karakter Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Entrepreneur,5,karir,1,kartu,1,Karya,1,karya tulis ilmiah,4,karyawan,2,kata,1,kebebasan,1,keberhasilan,1,kebijakan,1,Kebijakan Pengembangan E learning,5,Kecerdasan,3,kecewa,1,Kedahsyatan,1,kedisiplinan,1,Keindahan Akhlaq dan Sifat Rosulullah,5,keislaman,1,Keistimewaan WANITA didalam Islam,5,kekanan,1,kekayaan,1,kelahiran,2,Kenali Gaya Kerja Anda,5,Kencan,1,kendalikan,1,kepahlawanan,1,kepemimpinan,11,kepentingan,1,keranjang,2,Keren,1,kerja,3,Kerja atau Bisnis,5,kertas,1,kesalahan,4,Kesehatan,5,kesuksesan,2,keuangan,1,kewajiban,1,kewirausahaan,4,Keyword,1,Keywords,1,Khawatir akan jodoh,5,kiat,2,kimia,4,kinerja,1,kisah,2,Kismet,1,Kloxo,1,Kloxo-MR,1,kok,1,komentar,1,kompetensi,2,Komplain speedy,5,kompos,3,komputer,2,komunikasi,1,Kondom,1,Konferensi Nasional ICT Management,5,Konfigurasi NTP Server di Fedora,5,Konflik,2,kongres,4,konsep,1,Korban,1,korupsi,1,koruptor,1,kotor,5,Kreativitas,1,kredit,1,Kriminal,1,kristal,2,kriteria,1,kuesioner,3,kulit,1,Kunci,2,Kunci Sukses Merintis Bisnis,10,Laa nabiyya ba'dahu,1,Lampu,2,laporan,9,laser,1,leader,1,leadership,6,Leadership amp; Enterpreneurship,22,Leadership amp; Managerial,3,lelaki,2,Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami,5,Letter for Adnan Buyung Nasution,5,library,1,Light,1,like,1,likert,1,limitation,1,Lingkungan hidup,1,linux,6,Linux dengan tampilan windows xp berjalan sangat mulus di ubuntu 11 dan Fedora Fusion 14,5,listrik,2,Live Logs Viewer,5,logo,1,Lunar,1,Maaf Aku Tak Kan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun,5,mabuk,1,madoff,1,madu,2,maintenance,1,Majalah Baron,1,makna,1,malam,2,management,4,managers,1,mandi,2,manusia,2,marah,2,marketing,9,masa,1,Masa Depan,1,masjid,1,Massimo Marchiori,1,mastercard,1,Masuk,2,matahari,5,mati,1,mcclelland,2,Mechanical Electrical,8,Media,1,Melatih Bayi Mandiri,5,Melatih Karyawan Mengelola Social Media,2,melayani,3,melemah,1,Memantau traffic dengan Sitemeter,1,Membandingkan Galaxy S III dengan iPhone 4S dan HTC One X,1,membesarkan,1,membuat,2,Membuat password yang benar,1,Membuat radio online sendiri,5,memegang,1,Memilih Kata Kunci Yang Berhasil Didalam Google AdWords,1,Memimpin,1,Mempelajari Organisasi,5,mempertahankan,2,memulai,1,Memulai dari bawah,5,Memulai Pemrograman Android,1,Memulai Usaha Kuliner,5,Menambah Repo Tim Burgess Di Clearos,5,Mencegah Facebook kena hack,1,mendoakan,2,Mengamankan,1,Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Selain Islam Maju,2,Mengelola Qalbu Dari Qalbu Menuju Profesionalisme,5,Mengenal,2,Mengenal Pemrograman Python,1,mengendalikan,1,Menghadapi,1,menghitung,1,Menghitung Keuntungan Ekonomi Cloud Computing,5,Menghormati Jenazah Orang Mati,5,Mengidap Pluralisme Agama Pertanda Rusak Akalnya,5,menguat,1,Meningkatkan kemanan ClearOS Server,5,Menjalankan Power Point 2007 di LINUX,1,menulis,1,Menulis Artikel yang baik menurut SEO,1,menyakiti,1,menyamping,1,Menyelesaikan,1,Menyikapi Ajakan Kemusyrikan Obama di Istiqlal,5,merah,1,Merawat Baterai Laptop,1,merge,1,Merintis,2,merokok,2,messages,1,Messenger Chat multi account,5,metrotv,2,Mewaspadai,2,microsoft,2,microsoft powerpoint,1,Migrasi ke Linux Thailand Sukses Kurangi Ketergantungan Pada Microsoft,4,miliar,3,minimum,1,Mintalah didoakan oleh ibu,5,minyak,1,Mix,36,mlm,1,model,1,Monit Aplikasi Linux Untuk Menjaga Service Server Tetap Jalan,4,Moodle,2,moral,1,Moral Quotient,1,motivasi,8,motor,1,mountain,1,MQ,1,MR,1,MU,1,Muamalah,2,muCommander Aplikasi Alternatif pengganti WinSCP di Linux,5,mudik,1,Muhasabah Cinta,5,MUI,2,Multi User,1,multimedia,5,multiply,1,munafik,1,muslim,3,muslimah,3,mut'ah,6,mutiah,2,Nabi,2,naik,1,narkoba,1,negeri,1,Neraka,1,Nessus Remote Security Scanner,1,NetStumbler,1,network,4,never,1,nikah,5,Nikah Siri dan Nikah Mut ah,5,Nikola Tesla,2,nilai,1,NMAP,1,Nobel,1,NST,1,ntfs,1,Nuh,1,nutirsi,1,OB,1,Objectives,1,Office Tools,2,OJS,5,olahan,1,omar,1,online,1,Opacity,1,open,1,Open Files and Folders with Administrative Privileges in Nautilus Ubuntu File Manager,1,Open Journal System,5,Open Journal Systems,1,Open Source,12,opensource,8,OpenSSL,1,Optimalisasi,1,Optimasi Blog Baru,1,Orang,7,Orang Bodoh Vs Orang Pinter,6,ORANG ISLAM WAJIB BERUSAHA MENJADI KAYA,5,organisasi,3,organisasional,1,Otak kanan,1,Otak kiri,1,Pacemaker,1,padalarang,4,pagerank,4,Panduan,2,Panduan untuk Pengelola Jurnal,1,Panel,1,Panel Hosting,1,Panel Hosting Full,1,paradigma,1,Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Blog Institusi,5,path,1,pegawai,2,pekarangan,1,Pekerjaan,1,Pekerjaan Rumah untuk SiX it any list customer,5,Pelaku,1,Pelatihan,5,pemanasan,1,pembayaran,1,pembersih,1,pemeringkatan,4,Pemeringkatan Institusi,21,pemerintah,2,pemimpin,8,Penambahan Nilai Barang Inventaris,5,pencari,1,Penciptaan Manusia,5,Pendidikan,5,pendidikkan,4,pendiri,1,Pengalaman,1,Pengambilan Nama dan artinya Davian Sammy Alfarizqi bin Hilfan Soeltansyah,5,pengantin,2,pengelola,1,pengelolaan,1,Pengembangan Aplikasi Human Resources Development dan Payroll,1,pengendalian,1,Pengetahuan dasar Hosting,5,penghuni,2,penguasa,1,Penjaminan Dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia,5,pensiun,1,pentest,1,penting,1,penutup,1,Penyimpangan,2,Peralatan Uji Jaringan Komputer,5,perangkat,2,Perawatan Sistem dan Jaringan Komputer,5,Perbandingan Hasil Perolehan Webometrics YPT Group 26 Maret 2012,2,Percantik Desktop Ubuntu dengan Conky,1,perempuan,5,performance,1,perkembangan,1,perluasan,1,perpus,1,perpustakaan,5,Perpustakaan Digital dan Pengelolaanya,5,Perspective,1,Pertama,1,Perubahan Pengelolaan Nama Domain,5,pesimis,1,php,2,phpdom,1,phyton,1,pijar,1,pilih,1,Pinter,5,Pirate Bay,1,plasma,2,PLTN Why Not,5,pluralisme,1,pluralitas,1,pohon,1,ponzi,1,Port,1,posisi,1,powerpoint,1,presentasi,1,Presentation,1,prezi,1,Pria Menikah Lebih Mapan dari Pria Lajang,5,Program Python,1,Project Management,1,Proposal,5,Proposal Pelatihan Blog STISI Telkom,5,Proxy,2,PS4,1,puasa,3,purba,1,QS Stars,1,qualities,3,Racun,1,radius,1,rahasia,1,Rahasia Menjadi Pengusaha,5,Rajin,1,ramadhal,1,Ramuan ajaib jadi kaya,5,ranking,4,reason,1,reboisasi,1,recovery,1,REDD,1,redhat,4,RedHat Family,8,redirect,1,registrasi,1,Related,1,remarkable,2,rensis likert,1,reports,6,repositories,8,repository,13,resapan,2,RGBA,1,Ridwan Kamil,1,Ridzki Setelah Nikah,5,Rinso,4,Risma,1,Riung Gede Permai,5,ROKET AIR,1,rokok,2,rosul,1,rosululloh,1,router,4,rss,18,rumah,2,rumah kaca,1,rupiah,4,Said Bin Amir,1,sains,2,Sales Amatir VS Sales Professional,1,sampah,4,samping,1,Sandrina Malakiano,2,sayur,2,Sby,1,Scimago Institution Ranking SIR 2011,2,Scimago Institution Ranking SIR Indicator,1,SCImago Journal amp; Country Rank,1,Search,2,Search Enggine,1,Search Engine,2,Sebelum Terlambat Jalankan Wirausaha Walaupun Anda Seorang Karyawan,5,security,1,sedekah,1,sejarah,1,sejati,5,sekolah,1,seks,1,Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin,2,Selasa,1,seni,1,SEO,13,Seo Woothy,1,SEO-Friendly,1,Sepenggal Kisah Bung Karno pasca huru hara 1965,5,Seputar,1,serapah,1,serial,1,SERP,1,server,1,session,1,Setting ClearOS untuk warnet yang menggunakan Microsoft Windows,5,Setting grub fedora agar kembali ke ubuntu,5,shahih,2,shalat,3,Sholat,1,Sholat Tasbih,2,shuttle,1,Sikap Amerika,5,Simbol Dua Jari untuk Swear Sumpah,5,Simpan Data Gratis di Internet,5,Sisanya Outsource-kan saja,1,SISFO STISI Telkom (SISITI),87,SISTEM,2,Site,1,SiteMap,1,situs,1,smart way,4,Smartphone,1,SMS,1,social networking,1,software,5,Software Akuntansi Laporan Keuangan,1,Software Open Source Bisa Hemat Miliaran Rupiah,5,Solar,2,source,1,sozi,1,Spiritual,1,Spiritual Quotient,1,SQ,1,SSD,1,status,1,Steam Machine,1,SteamOS,1,STISI,10,STISI Telkom,10,strategi,2,Strategi Fungsional,1,Strategi Marketing,5,Strategi Memasarkan Produk,5,Strategi Pengembangan dan Implementasi e Learning di Perguruan Tinggi,5,Studi,1,Style,1,Subdirectory,1,Subdomain,1,submission,12,Subnetting,5,success,1,successful,1,suci,2,sukses,5,sumpah,1,Sumur,2,sungai,8,SuperScan,1,Surabaya,1,Surat terbuka kepada para pendidik bidang TI Indonesia ( by I Made Wiryana ),5,surga,6,syariah,5,syiah,3,syirik,1,Syrian,1,Tabir Pernikahan,5,Tag,1,takakura,3,tanda,1,tanpa,2,Tanya,1,tarawih,1,Tata Cara Shalat Gerhana,5,tato,1,tcp,1,Technology,1,teknologi,1,Tel-U,1,Televisi,1,Telkom,11,Template,1,tenang,2,Tentang IndonesiaTanpaJIL dari Ichanx,1,Tenyata nasi berbahaya untuk kesehatan,5,teori,3,terakhir,1,Terbaik,1,tercinta,2,terima,1,terkotor,4,terlarang,2,Term of Reference,1,terminal,5,Terpenting,1,tertua,1,Tesla,1,the best free and opensource games of the Linux land,5,The Dude aplikasi untuk monitoring jaringan,5,The Holistic Character Workshop Program,1,Think Big,1,Thomas Alfa Edison,1,tidur,2,TIK,51,tinggi,1,tipologi,1,Tips Memilih Hosting,5,Tips Mencari Backlink,1,TKJ,68,TKW,1,tolak,1,tools,6,TOR,1,tpcc,1,traffic,2,training,8,transaksional,1,transformasional,1,transparansi,4,Transparent,1,transported,1,Truck,1,tubuh,1,tukang,1,tumbal,1,turun,1,tv,2,twitter,1,Twitter Bisa Menginformasikan Email Anda Kepada Spammer,5,Uang Kertas Biang Krisis Ekonomi,1,ubuntu,14,Ubuntu Family,13,udp,1,UEFI Secure Boot Impact on Linux,5,ugm,1,Ulil Fatwa dan Ahmadiyah,5,umar,1,unik,1,Unit Pengelola Pemeringkat Institusi,1,unix,1,url,6,Usability,1,vektor,2,Venus VT18 on Ubuntu,1,video,2,virtual host,1,virus,1,visa,1,visioner,1,vitamin,1,VP,1,VPN Komunikasi Data Pribadi Tanpa Batas,5,walau Aku Ingat Ultahmu,5,wanita,7,warna,4,warni,4,watak,1,web,15,webbased,1,WebConfig,1,webmaster,4,Webometric bulan juni 2012 STISI Telkom,1,Webometrics,14,Webometrics STISI Telkom,5,Website,26,Week,2,What is Open Source,1,WIG,1,Wildly Important Goals,1,windows,1,Wireshark,1,WiseMapping,1,wizard,1,WMD,5,woorank,4,Wordpress,4,work,1,works,1,World Wide Web,101,Worldwide,1,WPAD,1,Xbox One,1,Yahoo,1,yahudi,2,yourself,1,Yugoslavia,1,zakat,3,zina,2,zorin,1,
ltr
item
just-shared: Perkembangan Paradigma Kepemimpinan : Gaya, Tipologi, Model Dan Teori Kepemimpinan
Perkembangan Paradigma Kepemimpinan : Gaya, Tipologi, Model Dan Teori Kepemimpinan
just-shared
https://hilfan-s.blogspot.com/2013/01/perkembangan-paradigma-kepemimpinan.html
https://hilfan-s.blogspot.com/
https://hilfan-s.blogspot.com/
https://hilfan-s.blogspot.com/2013/01/perkembangan-paradigma-kepemimpinan.html
true
2761220624207978978
UTF-8
Keluarkan semua artikel Tidak ditemukan artikel apapun LIHAT SEMUA Berikutnya Balas Tidak jadi balas Hapus Oleh Home PAGES POSTS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN KATEGORI ARSIP CARI BERITA SEMUA BERITA Artikel Tidak Ditemukan Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy