I. PRAKTIK TABARRUK DI KUBURAN Apa yang Disepakati & Apa yang Diperselisihkan A. PRAKTIK YANG DISEPAKATI (IJMA‘ / HAMPIR IJMA‘) Ini wilayah aman , tidak diperselisihkan oleh ulama Ahlussunnah lintas mazhab. 1. Ziarah kubur untuk mengingat akhirat Dalil: “Dulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah.” (HR. Muslim) 📌 Tujuan: mengingat kematian melembutkan hati menumbuhkan zuhud ➡️ Ijma‘ ulama . 2. Mendoakan mayit Dalil: “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian…” (HR. Abu Dawud) 📌 Termasuk: doa ampunan doa rahmat doa dilapangkan kubur ➡️ Ijma‘ ulama , bahkan bagian dari hak muslim. 3. Mengucapkan salam kepada ahli kubur Dalil: “Assalāmu ‘alaikum dāra qaumin mu’minīn…” (HR. Muslim) ➡️ Disepakati seluruh mazhab. 4. Berdoa kepada Allah di dekat kuburan (tanpa menghadap kubur) Mayoritas ulama membolehkan berdoa kepada Allah di tempat mana pun, termasuk di pekuburan, selama : doa tidak ditujukan kepada mayit tidak ada keyakinan mistis 📌 Ini yang sering disebut “berdoa ...
Jika kita melihat rentang sejarah modern (sejak pertengahan abad ke-20), jawabannya adalah: Era konflik lebih panjang dan lebih mendominasi dibandingkan era kerjasama. Titik balik dari seluruh perubahan ini terjadi pada tahun 1979 , yakni saat meletusnya Revolusi Islam Iran yang menggulingkan Dinasti Pahlavi (Shah Mohammad Reza Pahlavi) dan mendirikan Republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini. Berikut adalah matriks historis dan analisis statistik untuk memetakan perbandingan tersebut. Matriks Sejarah Hubungan Iran dengan AS & Israel Aktor Geopolitik Era Kerjasama (Pra-1979) Era Konflik (Pasca-1979 hingga kini) Anomali / Pengecualian di Era Konflik Iran - Amerika Serikat Aliansi Strategis & Proksi Perang Dingin: • AS mengarsiteki kudeta 1953 terhadap PM Mosaddegh untuk mengamankan kekuasaan Shah. • AS membangun kekuatan militer dan program nuklir sipil Iran (Atoms for Peace). Permusuhan Terbuka & Sanksi: • Krisis Sandera Kedubes AS (1979-1981). • AS mendukung Ira...
Ketika Masa Depan Transportasi Mulai Dibangun di Kampus Dalam beberapa tahun terakhir, isu energi bersih dan transisi menuju transportasi ramah lingkungan terus menguat, baik secara global maupun nasional. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah kendaraan bermotor terbesar di Asia Tenggara, dihadapkan pada tantangan serius terkait polusi udara, ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta target pengurangan emisi karbon. Di tengah permasalahan itu, para inovator muda Indonesia terus bermunculan dengan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga futuristik. Salah satunya adalah kelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dari Jurusan Teknik Otomotif, yang berhasil mengembangkan motor hidrogen nol emisi dengan kemampuan menempuh jarak hingga 428 km hanya dengan 2 liter hidrogen cair . Artikel panjang ini membedah inovasi tersebut secara komprehensif, mulai dari konsep scientific, teknologi yang digunakan, keunggulan efisiensi hidrogen, dampak potensial bagi...
Comments