Kesempatan mengamalkan sunnah saat #Reuni212
Saya termasuk yang hadir dipagi hari sampai siang.
Memang sangat disayangkan kebanyakan umat islam masih belum bisa berislam secara benar. masih ada yang merokok, masih ada yang membuang sampah sembarangan, masih ada isbal, masih ada yang pakai jilbab ketat, masih ada wanita yang tanpa mahrom... baru itu yang bisa saya capture untuk sisi kekurangannya saat 212 kemarin.
Dilain kesempatan saya bisa melihat sisi kebaikan mengamalkan sunnah amal makruf nahi mungkar dan sunnah ukuwah islamiyah. saling mengingatkan untuk memiliki wudhu ketika hendak shalat, bergegas mengambil wudhu ketika adzan berkumandang, bergegas ke masjid istiqlal untuk shalat, namun kapasitas terbatas, sebagian shalat di lapangan, saling mengingatkan untuk merapatkan shaf saat shalat berjamaah, saling mengucapkan assalamu'alaykum ketika berpapasan, ada yang berusaha berjabat tangan.
Kadang terlintas pikiran apakah saya / kami yang kumpul di 212 ini termasuk buih yang banyak dan tidak bermanfaat? atau justru orang diluar kami yang termasuk buih yang tidak bermanfaat? karena saya yakin memang orang islam yang tidak suka/tidak mendukung acara 212 lebih banyak dari pada yang mendukung.
- Tidak semua orang diberikan hidayah dengan jalan yang sama seperti kita diberi hidayah
- Kemampuan penyerapan ilmu setiap orang berbeda-beda
- Kemampuan peka terhadap sinyal-sinyal hidayah berbeda-beda
- Tugas sesama umat islam adalah saling menasehati dan mendoakan
Memang sangat disayangkan kebanyakan umat islam masih belum bisa berislam secara benar. masih ada yang merokok, masih ada yang membuang sampah sembarangan, masih ada isbal, masih ada yang pakai jilbab ketat, masih ada wanita yang tanpa mahrom... baru itu yang bisa saya capture untuk sisi kekurangannya saat 212 kemarin.
Dilain kesempatan saya bisa melihat sisi kebaikan mengamalkan sunnah amal makruf nahi mungkar dan sunnah ukuwah islamiyah. saling mengingatkan untuk memiliki wudhu ketika hendak shalat, bergegas mengambil wudhu ketika adzan berkumandang, bergegas ke masjid istiqlal untuk shalat, namun kapasitas terbatas, sebagian shalat di lapangan, saling mengingatkan untuk merapatkan shaf saat shalat berjamaah, saling mengucapkan assalamu'alaykum ketika berpapasan, ada yang berusaha berjabat tangan.
Kadang terlintas pikiran apakah saya / kami yang kumpul di 212 ini termasuk buih yang banyak dan tidak bermanfaat? atau justru orang diluar kami yang termasuk buih yang tidak bermanfaat? karena saya yakin memang orang islam yang tidak suka/tidak mendukung acara 212 lebih banyak dari pada yang mendukung.




























































































































































































Comments