Posts

Showing posts from January, 2026

Praktik Tabarruk Di Kuburan Yang Disepakati dan Diperselisihkan

Image
I. PRAKTIK TABARRUK DI KUBURAN Apa yang Disepakati & Apa yang Diperselisihkan A. PRAKTIK YANG DISEPAKATI (IJMA‘ / HAMPIR IJMA‘) Ini wilayah aman , tidak diperselisihkan oleh ulama Ahlussunnah lintas mazhab. 1. Ziarah kubur untuk mengingat akhirat Dalil: “Dulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah.” (HR. Muslim) 📌 Tujuan: mengingat kematian melembutkan hati menumbuhkan zuhud ➡️ Ijma‘ ulama . 2. Mendoakan mayit Dalil: “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian…” (HR. Abu Dawud) 📌 Termasuk: doa ampunan doa rahmat doa dilapangkan kubur ➡️ Ijma‘ ulama , bahkan bagian dari hak muslim. 3. Mengucapkan salam kepada ahli kubur Dalil: “Assalāmu ‘alaikum dāra qaumin mu’minīn…” (HR. Muslim) ➡️ Disepakati seluruh mazhab. 4. Berdoa kepada Allah di dekat kuburan (tanpa menghadap kubur) Mayoritas ulama membolehkan berdoa kepada Allah di tempat mana pun, termasuk di pekuburan, selama : doa tidak ditujukan kepada mayit tidak ada keyakinan mistis 📌 Ini yang sering disebut “berdoa ...

Makna “tabarruk ke makam” dipahami ditengah umat islam

Image
Pertanyaan ini menyentuh inti perbedaan makna “tabarruk ke makam” di tengah umat. Jawabannya perlu dibedakan secara jernih , agar tidak terjadi silang paham antara istilah ilmiah ulama dan praktik di lapangan. Kita buka perlahan, satu demi satu. 1. Apa arti tabarruk secara bahasa dan istilah? Tabarruk (التبرك) berasal dari barakah (البركة): mencari, berharap, atau mengharap tambahan kebaikan dari Allah. ➡️ Barakah hanya dari Allah , bukan dari makhluk. Namun barakah bisa Allah kaitkan dengan: orang saleh tempat tertentu waktu tertentu amal tertentu Sebagaimana Allah mengaitkan barakah pada: Ka‘bah Masjid Nabawi Zaman Nabi ﷺ air Zamzam 2. Dalam literatur Ahlussunnah: apa maksud “tabarruk ke makam”? Dalam kitab-kitab klasik Ahlussunnah, tabarruk ke makam umumnya bermakna: ✅ Berdoa kepada Allah di sisi makam orang saleh dengan keyakinan: doa tetap ditujukan hanya kepada Allah keberadaan orang saleh menjadi sebab dikabulkannya doa , bukan sumber doa Ini masuk kategori: الدعاء عند الق...

Ketika Jepang Kembali ke Uang Tunai: Mengapa Cashless Justru Bisa Membuat Harga Lebih Mahal

Image
Dari supermarket hingga museum, Jepang menantang narasi global pembayaran digital demi melindungi konsumen dari inflasi. Paradoks di Negeri Teknologi Jepang selama ini dikenal sebagai negara berteknologi tinggi, rumah bagi inovasi robotik, semikonduktor, dan sistem transportasi paling presisi di dunia. Namun di tengah kampanye nasional menuju cashless society , sebuah fenomena menarik justru muncul: banyak toko di Jepang kembali ke pembayaran tunai (cash-only) . Supermarket, restoran kecil, toko keluarga, bahkan museum, mulai menolak kartu kredit dan pembayaran digital. Alasannya bukan nostalgia atau ketertinggalan teknologi, melainkan strategi bertahan hidup di tengah inflasi . Beberapa pelaku usaha melaporkan penghematan hingga 20 juta yen per tahun setelah menghentikan pembayaran non-tunai. Dana yang sebelumnya “hilang” sebagai biaya transaksi kini dialihkan langsung untuk menekan harga barang . Fenomena ini membuka diskusi penting: Apakah sistem cashless selalu menguntungkan konsu...

Bank Tidak meminjamkan Uang Ke Orang Miskin Buat Makan Sehari-hari

Image
Berikut terjemahannya ke Bahasa Indonesia (tetap mempertahankan gaya dan penekanan aslinya): Tulisan Asli Robert Kiyozaki ⸻ “Menabunglah. Jauhi utang. Dapatkan pekerjaan yang bagus.” Itu nasihat yang sejak kecil sering kamu dengar, kan? Nah, masalahnya begini… Nasihat itu sudah mati sejak tahun 1971. Dan tidak ada yang repot memberi tahu kamu. 1971 — tahun ketika uang menjadi palsu. Saat itulah Nixon melepaskan dolar dari standar emas. Tiba-tiba, “uang” kita tidak lagi didukung oleh sesuatu yang nyata. Ia berubah menjadi utang. Sebuah janji bayar (I.O.U.) dari pemerintah. Dan coba tebak apa yang terjadi setelah itu? Seluruh permainannya berubah. Tapi orang tua kamu, guru kamu, penasihat keuangan kamu? Mereka tetap bermain dengan aturan LAMA. …sementara itu, orang kaya sudah memahami permainan BARU. Inilah yang mereka ketahui, tapi kamu tidak Bank tidak meminjamkan uang kepada orang miskin. Mereka meminjamkan kepada orang KAYA. Goldman Sachs. Wells Fargo. Bank of America. Mereka meman...

Pembagian bidah antara perkara agama (ibadah) yang terlarang dan perkara duniawi (sarana prasarana) yang diperbolehkan

Image
Pembagian bidah antara perkara agama (ibadah) yang terlarang dan perkara duniawi (sarana prasarana) yang diperbolehkan memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi maupun penjelasan para ulama otoritatif. Berikut adalah referensi sahih dan penjelasan kaidahnya: 1. Bidah dalam Urusan Agama (Ibadah dan Akidah) Ulama sepakat bahwa bidah dalam urusan agama, yaitu menambah atau menciptakan ritual ibadah baru yang tidak pernah disyariatkan, adalah terlarang dan tertolak. Dalil Hadis Sahih: Hadis Aisyah Radhiyallahu 'Anha: Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami (agama) ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak." (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718). Hadis Al-Irbadh bin Sariyah: Nabi ﷺ bersabda, "Hati-hatilah dengan perkara baru dalam agama. Karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bidah dan setiap bidah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676, sahih). Kaidah Ulama: Kaidah Ibadah...